Skip to content

PERMENDAGRI NO. 35 TAHUN 2007 TENTANG PEDOMAN UMUM TATA CARA PELAPORAN DAN PERTANGGUNGJAWABAN PENYELENGGARAAN PEMERINTAHAN DESA

Oktober 7, 2009

PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI

NOMOR 35 TAHUN 2007

TENTANG

PEDOMAN UMUM TATA CARA PELAPORAN DAN PERTANGGUNGJAWABAN PENYELENGGARAAN PEMERINTAHAN DESA

 

MENTERI DALAM NEGERI,

 

Menimbang    :    bahwa untuk melaksanakan ketentuan Pasal 15, Pasal 37 ayat (2), dan Pasal 99 Peraturan Pemerintah Nomor 72 Tahun 2005 tentang Desa, perlu menetapkan Peraturan Menteri Dalam Negeri tentang Pedoman Umum Tata Cara Pelaporan dan Pertanggungjawaban Penyelenggaraan Pemerintahan Desa;

 

Mengingat    :     1.     Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 125, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4437) sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2005 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah Menjadi Undang-Undang (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 108, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4548);

  1. Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan Antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 126, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4438);
  2. Peraturan Pemerintah Nomor 72 Tahun 2005 tentang Desa (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 158, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4587);
  3. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 79 Tahun 2006 tentang Pembinaan dan Pengawasan Atas Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 165, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia 4503);
  4. Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 130 Tahun 2003 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Dalam Negeri.

 

MEMUTUSKAN:

 

Menetapkan    :    PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI TENTANG PEDOMAN UMUM: PELAPORAN DAN PERTANGGUNG JAWABAN PENYELENGGARAAN PEMERINTAHAN DESA

 

BAB I

KETENTUAN UMUM

 

Pasal 1

Dalam Peraturan ini yang dimaksud dengan:

1.     Pemerintah, Pemerintah Daerah, dan Pemerintah Desa adalah pengertian-pengertian sebagaimana tercantum dalam Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah.

2.     Desa atau yang disebut dengan nama lain, selanjutnya disebut Desa, adalah kesatuan masyarakat hukum yang memiliki kewenangan untuk mengatur dan mengurus kepentingan masyarakat setempat berdasarkan asal-usul dan adat istiadat setempat yang diakui dalam sistem Pemerintahan Nasional dan berada di Daerah Kabupaten/Kota;

3.     Badan Permusyawaratan Desa atau yang disebut dengan nama lain yang selanjutnya disebut BPD, adalah lembaga yang merupakan perwujudan demokrasi dalam penyelenggaraan pemerintahan desa sebagai unsur penyelenggara pemerintahan desa;

4. Penyelenggaraan Pemerintahan Desa adalah seluruh proses kegiatan manajemen pemerintahan dan pembangunan Desa berdasarkan kewenangan desa yang ada, meliputi perencanaan, penetapan kebijakan, pelaksanaan, pengorganisasian, pengawasan, pengendalian, pembiayaan, koordinasi, pelestarian, penyempurnaan dan pengembangannya.

5.     Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Desa Akhir Tahun Anggaran yang selanjutnya disebut LPPD Akhir Tahun Anggaran adalah laporan penyelenggaraan pemerintahan desa kepada Bupati/Walikota sebagai bentuk pertanggung jawaban pelaksanaan tugas dan fungsi, meliputi laporan semua kegiatan desa berdasarkan kewenangan desa yang ada, serta tugas-tugas dan keuangan dari pemerintah, pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten/kota selama satu tahun anggaran.

6.     Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Desa Akhir Masa Jabatan Kepala Desa yang selanjutnya disebut LPPD Akhir Masa Jabatan adalah proses kegiatan pelaporan Kepala Desa kepada Bupati/Walikota melalui Camat sebelum berakhirnya masa jabatan, meliputi laporan penyelenggaraan pemerintahan desa selama 6(enam) tahun.

7.     Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Akhir Tahun Anggaran Kepala Desa yang selanjutnya disebut LKPJ Akhir Tahun Anggaran adalah proses kegiatan pelaporan Kepala Desa kepada rakyat melalui Badan Permusyawaratan Desa (BPD) sebagai bentuk pertanggungjawaban pelaksanaan tugas dan fungsi, meliputi keterangan seluruh proses pelaksanaan peraturan-peraturan desa termasuk Anggaran Pendapatan dan

8. Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Akhir Masa Jabatan Kepala Desa yang selanjutnya disebut LKPJ Akhir Masa Jabatan adalah proses kegiatan pelaporan Kepala Desa kepada BPD sebelum berakhirnya masa jabatan, meliputi laporan penyelenggaraan pemerintahan desa.

9.    Penginformasian Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Desa yang selanjutnya disebut Informasi LPPD kepada masyarakat adalah proses kegiatan pelaporan Kepala Desa kepada rakyat tentang pelaksanaan pemerintahan desa melalui media/pengumuman resmi, meliputi informasi pokokpokok kegiatan.

10.    Laporan keuangan BPD adalah laporan administrasi keuangan BPD setiap Tahun yang disampaikan kepada Kepala Desa selaku pemengang kekuasaan pengelolaan keuangan desa.

11.    Peraturan Desa adalah peraturan perundang-undangan yang dibuat oleh Badan Permusyawaratan Desa bersama Kepala Desa.

12.    Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa adalah rencana keuangan tahunan pemerintahan desa yang dibahas dan disetujui bersama oleh Pemerintah Desa dan BPD, yang ditetapkan dengan Peraturan Desa.

13.    Pengawasan penyelenggaraan Pemerintahan Desa adalah suatu proses kegiatan yang ditujukan untuk menjamin agar Pemerintahan Desa dapat berjalan sesuai dengan rencana dan ketentuan yang telah ditetapkan.

14. Pengawasan BPD adalah pengawasan yang dilakukan oleh BPD terhadap Pemerintah Desa sesuai wewenang dan haknya.

15. Pengawasan masyarakat adalah pengawasan yang dilakukan masyarakat.

 

Pasal 2

Laporan Pertanggungjawaban dalam Peraturan ini, meliputi:

a.     Laporan Kepala Desa.

b.     Laporan Keuangan SPD.

 

Bagian Kesatu

Laporan Kepala Desa

 

Pasal 3

Laporan Kepala Desa sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 huruf a, meliputi :

a.     LPPD Kepala Desa

b.     LKPJ Kepala Desa

c.     Penginformasian LPPD kepada masyarakat

 

Pasal 4

LPPD Kepala Desa sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 huruf a, meliputi:

a.     LPPD Akhir Tahun Anggaran;

b.     LPPD Akhir Masa Jabatan

 

Pasal 5

LKPJ Kepala Desa sebagaimana dimasud dalam Pasal 3 huruf b, meliputi:

a.     LKPJ Akhir Tahun Anggaran

b.     LKPJ Akhir Masa Jabatan

 

Bagian Kedua

Laporan Administrasi Keuangan BPD

 

Pasal 6

Laporan Pertanggungjawaban SPD sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 huruf b adalah Laporan Administrasi Keuangan SPD kepada Kepala Desa.

 

Pasal 7

Laporan Administrasi Keuangan SPD kepada Kepala Desa sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6 adalah pertanggung jawaban tentang penggunaan keuangan desa kepada Kepala Desa selaku pemegang kekuasaan pengelolaan keuangan Desa.

 

BAB II

LPPD KEPALA DESA

Bagian Kesatu

Ruang Lingkup

 

Pasal 8

Ruang Lingkup LPPD, meliputi:

a.     Urusan pemerintahan berdasarkan hak asal usul Desa;

b.     Urusan pemerintahan yang diserahkan Kabupaten/Kota;

c.     Tugas pembantuan;

d.     Urusan pemerintahan lainnya yang oleh peraturan perundang-undangan diserahkan kepada desa.

 

Bagian Kedua

Muatan Laporan

Paragraf Kesatu

Urusan berdasarkan hak asal usul Desa

 

Pasal 9

Muatan Laporan Kepala Desa sebagaimana dimaksud dalam Pasal 8 huruf a, meliputi hak untuk mengatur dan mengurus kepentingan masyarakat setempat sesuai dengan asal usul, adat istiadat yang berlaku dan tidak bertentangan dengan peraturan perundang-undangan.

 

Paragraf Kedua

Urusan Pemerintahan yang diserahkan Kabupatenl Kota

 

Pasal 10

Muatan Laporan Kepala Desa sebagaimana dimaksud dalam Pasal 8 huruf b, meliputi:

a.     bidang pertanian dan ketahanan pangan;

b.     bidang pertambangan dan energi serta sumber daya mineral;

c.     bidang kehutanan dan perkebunan;

d.     bidang perindustrian dan perdagangan;

e.     bidang koperasi dan usaha kecil dan menengah;

f.     bidang penanaman modal;

g.     bidang tenaga kerja dan transmigrasi;

h.     bidang kesehatan;

i.     bidang pendidikan dan kebudayaan;

j.     bidang sosial;

k.     bidang penataan ruang;

I.     bidang pemukiman/perumahan;

m.     bidang pekerjaan umum;

n.     bidang perhubungan;

o.     bidang lingkungan hidup;

p.     bidang politik dalam negeri dan administrasi publik;

q.     bidang otonomi desa;

r.     bidang perimbangan keuangan;

s.     bidang tugas pembantuan;

t.     bidang pariwisata;

u.     bidang pertanahan;

v.     bidang kependudukan dan catatan sipil;

w.     bidang kesatuan bangsa dan perlindungan masyarakat dan pemerintahan umum;

x.     bidang perencanaan;

y.     bidang penerangan/informasi dan komunikasi;

z.     bidang pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak;

aa. bidang keluarga berencana dan keluarga Sejahtera;

bb. bidang Pemuda dan olah raga;

cc. bidang bidang pemberdayaan masyarakat dan desa;

dd. bidang statistik, dan

ee. bidang arsip dan perpustakaan.

 

Paragraf Ketiga

Tugas Pembantuan

 

Pasal 11

Muatan Laporan Kepala Desa sebagaimana dimaksud dalam Pasal 8 huruf c, meliputi:

a.     tugas pembantuan yang diterima dari Pemerintah

b.     tugas pembantuan yang diterima dari Pemerintah provinsi c. tugas pembantuan yang diterima dari Pemerintah Kabupaten/Kota

 

Paragraf Keempat

Urusan Pemerintahan Lainnya

 

Pasal 12

Muatan Laporan Kepala Desa sebagaimana dimaksud dalam Pasal 8 huruf d, meliputi urusan pemerintahan yang diserahkan kepada Desa berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan

 

Bagian Ketiga

Materi Laporan

Paragraf Kesatu

Urusan berdasarkan hak asal usul Desa

 

Pasal 13

Materi Laporan Kepala Desa bidang urusan pemerintahan berdasarkan hak asal usul Desa, meliputi:

a.     Ringkasan Rencana Kerja Perangkat Desa, kerangka ekonomi desa, prioritas pembangunan desa, rencana kerja, pendanaan dan kekayaan desa.

b.     Penyelenggaraan urusan mencakup:

1.     Pelaksanaan Kegiatan;

2.     Tingkat pencapaian;

3.     Satuan Pelaksana kegiatan Desa;

4.     Data Perangkat Desa;

5.     Alokasi dan realisasi anggaran;

6.     Sarana dan prasarana yang digunakan;

7.     Permasalahan dan penyelesaian.

 

Paragraf Kedua

Urusan Pemerintahan yang diserahkan

Kabupaten/Kota

 

Pasal 14

Materi Laporan Kepala Desa bidang urusan Pemerintahan yang diserahkan Kabupaten/ Kota, meliputi:

a.     Pelaksanaan Kegiatan;

b.     Tingkat pencapaian;

c.     Satuan Pelaksana kegiatan Desa;

d.     Alokasi dan realisasi anggaran;

e.     Sarana dan prasarana yang digunakan;

f.     Permasalahan dan Penyelesaian;

 

Paragraf Ketiga

Tugas Pembantuan

 

Pasal 15

Materi Laporan Kepala Desa bidang tugas pembantuan, meliputi:

a.     Dasar Hukum;

b.     Instansi Pemberi Tugas Pembantuan;

c.     Pelaksanaan Kegiatan;

d.     Realisasi Pelaksanaan Program dan Kegiatan;

e.     Sumber dan jumlah anggaran yang digunakan;

f.     Satuan Pelaksana Kegiatan Desa;

g.     Sarana dan prasarana;

h.     Permasalahan dan Penyelesaian.

 

Paragraf Keempat

Urusan Pemerintahan Lainnya

 

Pasal 16

Materi Laporan Kepala Desa bidang urusan Pemerintahan lainnya, meliputi:

a.     Dasar Hukum;

b.     Instansi Pemberi Tugas Pembantuan;

c.     Pelaksanaan Kegiatan;

d.     Realisasi Pelaksanaan Program dan Kegiatan;

e.     Sumber dan jumlah anggaran yang digunakan;

f.     Satuan Pelaksana Kegiatan Desa;

g.     Sarana dan prasarana;

h.     Permasalahan dan Penyelesaian;

 

Bagian Keempat

Penyusunan dan Tata Cara Penyampaian

 

Pasal 17

(1)    Penyusunan laporan Kepala Desa meliputi LPPD Akhir Tahun Anggaran dan LPPD Akhir Masa Jabatan menganut prinsip transparansi dan akuntabilitas;

(2)    Laporan Kepala Desa berupa LPPD Akhir Tahun Anggaran sebagaimana dimaksud pada ayat (1) disusun dengan format sebagaimana tercantum dalam Lampiran I yang tidak terpisahkan dari Peraturan Menteri Dalam Negeri ini;

(3)    Laporan Kepala Desa berupa LPPD Akhir Masa Jabatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) disusun dengan format sebagaimana tercantum dalam Lampiran II yang tidak terpisahkan dari Peraturan Menteri Dalam Negeri ini.

 

Pasal 18

LPPD Akhir Masa Jabatan Kepala Desa sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 huruf (b) disampaikan Kepala Desa kepada Bupati/Walikota melalui Camat paling lambat 3 (tiga) bulan sebelum masa jabatan Kepala Desa berakhir.

 

Bagian Kelima

Evaluasi

 

Pasal 19

(1) Bupati/Walikota melakukan evaluasi terhadap LPPD Kepala Desa;

(2) Hasil evaluasi LPPD Kepala Desa dijadikan dasar untuk melakukan pembinaan dalam penyelenggaraan pemerintahan desa.

 

Bagian Keenam

LPPD Akhir Tahun Anggaran

 

Pasal 20

LPPD Kepala Desa sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 huruf (a) disampaikan Kepala Desa kepada Bupati/Walikota melalui Camat, paling lambat 3 (tiga) bulan setelah tahun anggaran berakhir.

 

Bagian Ketujuh

LPPD Akhir Masa Jabatan

 

Pasal 21

LPPD Akhir Masa Jabatan Kepala Desa meliputi :

a.     Ringkasan Laporan tahun-tahun sebelumnya;

b.     LPPD sisa masa jabatan yang belum dilaporkan; c. Hasil Yang dicapai, dan yang belum dilaksanakan; d. Hal-hal yang dianggap perlu untuk perbaikan.

 

Pasal 22

  1. Bupati/Walikota selambat-lambatnya 10 (sepuluh) hari terhitung sejak laporan diterima wajib memberitahukan kepada Kepala Desa bahwa laporan telah diterima;

    (2)    Bupati/Walikota selambat-lambatnya 30 (tiga puluh) hari terhitung sejak diterimanya laporan dari Kepala Desa, melakukan evaluasi terhadap LPPD Kepala Desa;

    (3)    Untuk pelaksanaan evaluasi laporan Bupati/Walikota dapat membentuk Penyelenggaraan Pemerintahan Desa.

     

BAB III

LKPJ Kepala Desa

Bagian Kesatu

Ruang Lingkup

 

Pasal 23

Ruang lingkup LKPJ Akhir Tahun Anggaran, meliputi :

a.     Urusan Pemerintahan berdasarkan hak asal usul Desa;

b.     Urusan Pemerintahan yang diserahkan Kabupaten/Kota;

c.     Tugas pembantuan;

d.     Urusan Pemerintahan lainnya yang oleh peraturan perundang-undangan diserahkan kepada desa.

 

Pasal 24

LKPJ Akhir Masa Jabatan Kepala Desa, meliputi:

a.     Ringkasan Laporan tahun-tahun sebelumnya; dan

b.     LKPJ sisa masa jabatan yang belum dilaporkan;

c.     Hasil Yang Dicapai, dan

d.     Hal-hal yang dianggap perlu untuk perbaikan.

 

Bagian Kedua

Muatan Laporan

Paragraf Kesatu

Urusan berdasarkan hak asal usul Desa

 

Pasal 25

Muatan LKPJ Kepala Desa sebagaimana dimaksud dalam Pasal 23 huruf a, meliputi hak untuk mengatur dan mengurus kepentingan masyarakat setempat sesuai dengan asal usul, adat istiadat yang berlaku dan tidak bertentangan dengan peraturan perundang-undangan.

 

Paragraf Kedua

Urusan Pemerintahan yang diserahkan

Kabupatenl Kota

 

Pasal 26

Muatan LKPJ Kepala Desa sebagaimana dimaksud dalam Pasal 23 huruf b, meliputi:

a.     bidang pertanian dan ketahanan pangan;

b.     bidang pertambangan dan energi serta sumber daya mineral;

c.     bidang kehutanan dan perkebunan;

d.     bidang perindustrian dan perdagangan;

e.     bidang koperasi dan usaha kecil dan menengah;

f.     bidang penanaman modal;

g.     bidang tenaga kerja dan transmigrasi;

h.     bidang kesehatan;

i.     bidang pendidikan dan kebudayaan;

j.     bidang sosial;

k.     bidang penataan ruang;

I.     bidang pemukiman/perumahan;

m.     bidang pekerjaan umum;

n.     bidang perhubungan;

o.     bidang lingkungan hidup;

p.     bidang politik dalam negeri dan administrasi publik;

q.     bidang otonomi desa;

r.     bidang perimbangan keuangan;

s.     bidang tugas pembantuan;

t.     bidang pariwisata;

u.     bidang pertanahan;

v.     bidang kependudukan dan catatan sipil;

w.     bidang kesatuan bangsa dan perlindungan masyarakat dan Pemerintahan umum;

x.     bidang perencanaan;

y.     bidang penerangan/informasi dan komunikasi;

z.     bidang pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak;

aa. bidang keluarga berencana dan keluarga sejahtera;

bb.    bidang pemuda dan olah raga;

cc. bidang bidang pemberdayaan masyarakat dan desa; dd. bidang statistik;

ee. bidang arsip dan perpustakaan.

 

Paragraf Ketiga

Tugas Pembantuan

 

Pasal 27

Muatan LKPJ Kepala Desa sebagaimana dimaksud dalam Pasal 23 huruf c, meliputi:

a.     tugas pembantuan yang diterima dari Pemerintah;

b.     tugas pembantuan yang diterima dari Pemerintah Provinsi; c. tugas pembantuan yang diterima dari Pemerintah Kabupaten/Kota.

 

Paragraf Keempat

Urusan Pemerintahan Lainnya

 

Pasal 28

Muatan LKPJ Kepala Desa sebagaimana dimaksud dalam Pasal 23 huruf d, meliputi urusan Pemerintahan yang diserahkan kepada Desa berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan.

 

Bagian Ketiga

Materi Laporan

Paragraf Kesatu

Urusan berdasarkan hak asal usul Desa

 

Pasal 29

Materi LKPJ Kepala Desa bidang urusan Pemerintahan berdasarkan hak asal usul Desa, meliputi:

a.     Ringkasan Rencana Kerja Perangkat Desa, kerangka ekonomi desa, prioritas pembangunan desa, rencana kerja dan pendanaan;

b.     Penyelenggaraan urusan mencakup:

1.     Pelaksanaan Kegiatan;

2.     Tingkat pencapaian;

3.     Satuan Pelaksanaan Kegiatan Desa;

4.     Data Perangkat Desa;

5.     Alokasi dan realisasi anggaran;

6.     Sarana dan prasarana yang digunakan;

7.     Permasalahan dan Penyelesaian.

 

Paragraf Kedua

Urusan Pemerintahan yang diserahkan Kabupaten/Kota

 

Pasal 30

Materi LKPJ Kepala Desa bidang Urusan Pemerintahan yang diserahkan Kabupaten/Kota, meliputi:

a. Ringkasan Rencana Kerja Perangkat Desa, kerangka ekonomi desa, prioritas pembangunan desa, rencana kerja dan pendanaan;

b.     Penyelenggaraan urusan mencakup:

1.     Pelaksanaan kegiatan;

2.     Tingkat pencapaian;

3.     Satuan pelaksanaan kegiatan Desa;

4.     Data Perangkat Desa;

5.     Alokasi dan realisasi anggaran;

6.     Sarana dan prasarana yang digunakan;

7.     Permasalahan dan penyelesaian.

 

Paragraf Ketiga

Tugas Pembantuan

 

Pasal 31

Materi LKPJ Kepala Desa bidang tugas pembantuan, meliputi:

a.     Dasar Hukum;

b.     Instansi Pemberi Tugas Pembantuan;

c.     Pelaksanaan Kegiatan;

d.     Realisasi Pelaksanaan Program dan Kegiatan;

e.     Sumber dan jumlah anggaran yang digunakan;

f.     Satuan Pelaksana Kegiatan Desa;

g.     Data Perangkat Desa;

h.     Sarana dan prasarana;

i.     Permasalahan dan penyelesaian.

 

Paragraf Keempat

Urusan Pemerintahan Lainnya

 

Pasal 32

Materi LKPJ Kepala Desa bidang urusan pemerintahan lainnya, meliputi:

a.     Dasar Hukum;

b.     Instansi pemberi urusan pemerintahan lainnya;

c.     Pelaksanaan Kegiatan;

d.     Realisasi pelaksanaan program dan kegiatan;

e.     Sumber dan jumlah anggaran yang digunakan;

f.     Satuan Pelaksana kegiatan Desa;

g.     Data Perangkat Desa;

h.     Sarana dan prasarana;

i.     Permasalahan dan penyelesaian.

 

Bagian Keempat

Penyusunan dan Tata Cara Penyampaian

 

Pasal 33

(1) Penyusunan LKPJ Kepala Desa meiputi LKPJ Akhir Tahun Anggaran dan LKPJ Akhir Masa Jabatan menganut prinsip transparansi dan akuntabilitas;

(2)    LKPJ Kepala Desa sebagaimana dimaksud pada ayat (1) disusun dengan format sebagaimana tercantum dalam Lampiran lU yang tidak terpisahkan dari Peraturan Menteri Dalam Negeri ini;

(3)    LKPJ Kepala Desa sebagaimana dimaksud pada ayat (1) disusun dengan format sebagaimana tercantum dalam Lampiran IV yang tidak terpisahkan dari Peraturan Menteri Dalam Negeri ini.

 

Pasal 34

(1) Apabila Kepala Desa berhenti sebelum akhir tahun anggaran LKPJ Kepala Desa disampaikan oleh pejabat pengganti atau pelaksana tugas Kepala Desa;

(2) Materi LKPJ Kepala Desa disampaikan oleh pejabat pengganti atau pelaksana tugas Kepala Desa sebagaimana dimaksud pada ayat (1) berdasarkan laporan dalam memori serah terima jabatan Kepala Desa yang diganti ditambah dengan sisa waktu sampai dengan akhir tahun anggaran yang bersangkutan.

 

Pasal 35

(1) LKPJ Kepala Desa kepada BPD disesuaikan dengan situasi, kondisi, dan sosial budaya masyarakat setempat;

(2) Materi LKPJ Kepala Desa dan mekanisme laporan keterangan pertanggungjawaban Kepala Desa kepada BPD diatur dalam Peraturan Desa.

 

Bagian Kelima

Evaluasi

 

Pasal 36

(1) BPD melakukan evaluasi terhadap LKPJ Kepala Desa selambat-lambatnya 15 (lima belas) hari sejak diterimanya LKPJ;

(2) Hasil evaluasi LKPJ Kepala Desa dijadikan dasar untuk melakukan pengawasan dalam penyelenggaraan pemerintahan desa;

(3)    Hasil evaluasi sebagaimana dimaksud pada ayat 2 pasal ini dilaporkan kepada Bupati/Walikota melalui Camat selambatlambatnya 15 (lima belas) hari sejak diterimanya LKPJ.

 

Bagian Keenam

LKPJ Akhir Tahun Anggaran

 

Pasal 37

(1) Dalam melaksanakan tugas dan kewajibannya Kepala Desa wajib menyampaikan LKPJ kepada Badan Permusyawaratan Desa;

(2) LKPJ Kepala Desa disampaikan secara tertulis kepada Badan Permusyawaratan Desa;

(3) Laporan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan selambat-lambatnya 3 (tiga) bulan setelah berakhirnya tahun anggaran.

 

Bagian Ketujuh

LKPJ Akhir Masa Jabatan

 

Pasal 38

(1) LKPJ Akhir Masa Jabatan Kepala Desa adalah laporan penyelenggaraan pemerintahan Desa yang disampaikan kepada Bupati/Walikota melalui Camat dan kepada BPD;

(2) Laporan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) disampaikan selambat-lambatnya 3 (tiga) bulan sebelum berakhirnya masa jabatan Kepala Desa.

 

Pasal 39

Laporan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 huruf (d), memuat materi :

a.     Dasar hukum;

b.     Kebijakan umum Pemerintah Desa;

c.     Rencana kegiatan/program kerja selama melaksanakan tugas;

d.     Hasil yang dicapai;

e.     Dampak dari pelaksanaan kebijakan;

f.     Hambatan dan permasalahan dalam pelaksanaan;

g.     Upaya yang telah dilakukan dalam menangani hambatan dan masalah dalam pelaksanaan;

h.     Jumlah dan sumber dana yang dipergunakan.

 

Pasal 40

BPD dapat menyelenggarakan rapat pleno khusus untuk mendengarkan LKPJ Akhir Tahun Anggaran dan LKPJ Akhir Masa Jabatan Kepala Desa.

 

Pasal 41

(1) LKPJ disampaikan oleh Kepala Desa dalam rapat paripurna BPD;

(2) LKPJ sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dibahas oleh BPD secara internal sesuai dengan tata tertib BPD;

(3)    Berdasarkan hasil pembahasan sebagaimana dimaksud pada ayat (2), BPD menetapkan Keputusan BPD;

(4)    Keputusan BPD sebagaimana dimaksud pada ayat (3) disampaikan paling lambat 30(tiga puluh) hari setelah LKPJ diterima;

(5)    Keputusan BPD sebagaimana dimaksud pada ayat (3) disampaikan kepada Kepala Desa dalam rapat paripurna yang bersifat istimewa sebagai rekomendasi kepada Kepala Desa untuk perbaikan penyelenggaraan pemerintahan desa kedepan;

(6)    Apabila LKPJ sebagaimana dimaksud pada ayat (1) tidak ditanggapi dalam jangka waktu 30 hari setelah LKPJ diterima, maka dianggap tidak ada rekomendasi untuk penyempurnaan.

 

BABIV

INFORMASI LPPD

 

Pasal 42

(1) Kepala Desa wajib menginformasikan LPPD kepada masyarakat desanya;

(2)    Penginformasian LPPD sebagaimana dimaksud pada ayat (1) disampaikan secara tertulis melalui pengumuman resmi atau media setempat, dan secara lisan langsung kepada masyarakat dalam berbagai pertemuan masyarakat desa;

(3) Penginformasian LPPD dilakukan sekurang-kurangnya 1 (satu) kali dalam setahun;

(4) Penginformasian LPPD sekurang-kurangnya memuat, antara lain:

a.     Penyelenggaraan Pemerintahan Desa;

b.     Pelaksanaan Peraturan Desa, Peraturan Kepala Desa dan Keputusan Kepala Desa;

c.     Penyusunan, Pelaksanaan dan Pertanggungjawaban APBDesa;

d.     Hal-hal lain yang dianggap perlu.

 

Pasal 43

Informasi LPPD Kepala Desa sebagaimana dimaksud pada ayat (1) disusun dengan format sebagaimana tercantum dalam Lampiran V yang tidak terpisahkan dari Peraturan Menteri Dalam Negeri ini .

 

BABV

PELAPORAN ADMINISTRASI KEUANGAN

BADAN PERMUSYAWARATAN DESA

 

Pasal 44

(1) BPD juga wajib menyampaikan laporan administrasi keuangan BPD yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa kepada Kepala Desa selaku Pemegang Kekuasan Pengelolaan Keuangan Desa;

(2)    Laporan administrasi keuangan BPD sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) disampaikan secara tertulis.

 

BAB VI

PEMBINAAN DAN PENGAWASAN

 

Pasal 45

(1)    Dalam rangka pembinaan dan pengawasan Pemerintah dan Pemerintah Daerah melakukan fasilitasi kepada Pemerintah Desa dan BPD berupa pemberian pedoman, bimbingan, arahan, supervisi, dan pelatihan.

(2)    Bupati/Walikota dapat melimpahkan kewenangan pembinaan pemerintahan Desa kepada Camat.

 

Pasal 46

(1) Dalam hal Kepala Desa tidak menyampaikan laporan sebagaimana dimaksud dalam pasal 3, Bupati/Walikota memberikan teguran tertulis dan tindakan administrasi lainnya sesuai dengan peraturan perundang-undangan;

(2)    Dalam hal kepala desa tidak menyampaikan laporan sebagaimana dalam pasal 3, Badan Permusyawaratan Desa dapat memberikan teguran tertulis kepada Kepala Desa.

 

BAB VII

KETENTUAN LAIN-LAIN

 

Pasal 47

(1)    Apabila Kepala Desa berhenti sebelum akhir masa jabatan, LPPD dan LKPJ Kepala Desa disampaikan oleh pejabat pengganti atau pelaksana tugas Kepala Desa;

(2)    Materi LPPD dan LKPJ Kepala Desa disampaikan oleh pejabat pengganti atau pelaksana tugas Kepala Desa sebagaimana dimaksud pada ayat (1) berdasarkan laporan dalam memori serah terima jabatan Kepala Desa yang diganti ditambah dengan sisa waktu sampai dengan akhir tahun anggaran yang bersangkutan.

 

BAB VIII

KETENTUAN PERALIHAN

 

Pasal 48

(1) Peraturan Daerah mengenai tata cara pelaporan dan pertanggungjawaban kepala desa dan BPD ditetapkan paling lambat 1 (satu) tahun sejak peraturan menteri ini ditetapkan;

 

(2)    Sebelum peraturan daerah terbentuk sebagaimana dimaksud pada ayat (1), Bupati/Walikota dapat membentuk peraturan Bupati/walikota dan dilaporkan kepada DPRD.

 

BAB IX

KETENTUAN PENUTUP

 

Pasal 49

(1)    Peraturan Daerah Kabupaten/Kota sebagaimana dimaksud dalam pasal 48 wajib memperhatikan kondisi sosial budaya masyarakat setempat;

(2)    Peraturan Daerah Kabupaten/Kota sebagaimana dimaksud pada ayat (1) antara lain memuat:

a.     Tujuan Laporan Pertanggungjawaban Kepala Desa dan BPD;

b.     Ruang lingkup;

c.     Materi pelaporan;

d.     Jenis pelaporan;

e.     Mekanisme pelaporan;

f.     Pelaksanaan pelaporan;

g.     Pembinaan dan Pengawasan.

 

Pasal 50

Peraturan ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan.

 

Ditetapkan di Jakarta

pada tanggal ..24 Juli 2007

MENTERI DALAM NEGERI a.i.,

ttd

WIDODO AS.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

LAMPIRAN I

FORMAT SAMPUL

 

 

LAMBANG DAERAH

 

LAPORAN PENYELENGARAAN PEMERINTAHAN DESA AKHIR TAHUN ANGGARAN

TAHUN

 

 

 

 

SISTEMATIKA LPPD AKHIR TAHUN ANGGARAN

 

BAB    I     PENDAHULUAN

A.     DASAR HUKUM

B.     GAMBARAN UMUM DESA

1.     KONDISI GEOGRAFIS

2.     GAMBARAN UMUM DEMOGRAFIS

3.     KONDISI EKONOMI

 

BAB    II     RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH DESA

A.     Visi dan Misi

B.     Strategi dan Arah Kebijakan Desa

C.     Priroitas Desa

 

BAB lII     KEWENANGAN DESA

A.    URUSAN HAK ASAL USUL DESA

1.     Pelaksanaan Kegiatan

2.     Tingkat Pencapaian

3.     Satuan pelaksanaan kegiatan Desa

4.     Data perangkat Desa

5.     Alokasi dan Realisasi Anggaran

6.     Proses Perencanaan Pembangunan

7.     Sarana dan prasarana

8.     Permasalahan dan penyelesaian

 

B.     URUSAN PEMERINTAHAN YANG DISERAHKAN KABUPATEN/KOTA

1.     Pelaksanaan Kegiatan

2.     Tingkat pencapaian

3.     Realisasi Program dan Kegiatan

4.     Satuan pelaksana kegiatan Desa

5.     Data Perangkat Desa

6.     Alokasi dan Realisasi Anggaran

7.     Permasalahan dan penyelesaian

 

BAB IV     TUGAS PEMBANTUAN

A.     TUGAS PEMBANTUAN YANG DITERIMA.

1.     Dasar Hukum.

2.     Instansi Pemberi Tugas Pembantuan.

3.     Pelaksanaan Kegiatan.

4.     Realisasi Pelaksanaan Program dan Kegiatan.

5.     Sumber dan jumlah anggaran yang digunakan.

6.     Satuan pelaksanaan kegiatan Desa.

7.     Sarana dan prasarana.

8.     Permasalahan dan penyelesaian.

 

B.     TUGAS PEMBANTUAN YANG DIBERIKAN.

1.     Dasar Hukum.

2.     Urusan pemerintahan yang dituagas pembantuankan.

3.     Sumber dan Jumlah anggaran.

4.     Sarana dan prasarana.

 

BAB V     URUSAN PEMERINTAHAN LAINNYA

A.     KERJASAMA ANTAR DESA

1.     Desa yang diajak kerjasama.

2.     Dasar Hukum.

3.     Bidang Kerjasama.

4.     Nama Kegiatan.

5.     Satuan pelaksana kegiatan Desa.

6.     Data perangkat Desa.

7.     Sumber dan jumlah anggaran.

8.     Jangka Waktu Kerjasama.

9.     Hasil Kerjasama.

10. Permasalahan dan penyelesaian.

B.     KERJASAMA DENGAN PIHAK KETIGA

1.     Mitra yang diajak Kerjasama.

2.     Dasar Hukum.

3.     Bidang Kerjasama.

4.     Nama Kegiatan.

5.     Satuan pelaksana kegiatan Desa.

6.     Sumber dan jumlah anggaran.

7.     Jangka Waktu Kerjasama.

8.     Hasil Kerjasama.

9.     Permasalahan dan penyelesaian.

C.     BATAS DESA

1.     Sengketa batas Desa.

2.     Penyelesaian yang dilakukan.

3.     Satuan pelaksana kegiatan Desa.

4.     Data Perangkat Desa.

D. PENCEGAHAN DAN PENANGGULANGAN BENCANA

1.     Bencana yang terjadi dan penanggulangannya.

2.     Status Bencana.

3.     Sumber dan jumlah Anggaran.

4.     Antisipasi desa.

5.     Satuan pelaksana kegiatan Desa.

6.     Kelembagaan yang dibentuk.

7.     Potensi bencana yang diperkirakan terjadi.

E.     PENYELENGGARAAN KETENTRAMAN DAN KETERTIBAN UMUM

1.     Gangguan yang terjadi.

2.     Satuan pelaksana kegiatan Desa.

3.     Penanggulangan dan Kendalanya.

4.     Keikutsertaan Aparat Keamanan dalam penanggulangan.

5.     Sumber dan Jumlah Anggaran.

 

LAMPIRAN II

FORMAT SAMPUL

 

LAMBANG DAERAH

 

LAPORAN PENYELENGARAAN PEMERINTAHAN DESA AKHIR MASA JABATAN

 

SISTEMATIKA LPPD AKHIR MASA JABATAN

 

BAB I :    PENDAHULUAN

A.    DASAR HUKUM.

B.     GAMBARAN UMUM DESA.

C. KONDISI GEOGRAFIS.

D. GAMBARAN UMUM DEMOGRAFIS.

E. KONDISI EKONOMI

 

BAB II :     RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH DESA

A.    Visi dan Misi

B.     Strategi dan Arah Kebijakan Desa

C.     Priroitas Desa

 

BAB III :     KEWENANGAN DESA

A. URUSAN HAK ASAL USUL DESA

1.     Pelaksanaan Kegiatan

2.     Tingkat Pencapaian

3.     Satuan pelaksana kegiatan Desa

4.     Jumlah Pegawai dan datanya

5.     Alokasi dan Realisasi Anggaran

6.     Kondisi sarana dan prasarana

7.     Permasalahan dan penyelesaian

B.     URUSAN PEMERINTAHAN YANG DISERAHKAN KABUPATEN/KOTA

1.     Pelaksanaan Kegiatan

2.     Realisasi Program dan Kegiatan

3.     Satuan pelaksana kegiatan Desa

4.     Data Perangkat Desa

5.     Alokasi dan Realisasi Anggaran

6.     Permasalahan dan penyelesaian

 

BAB IV :    TUGAS PEMBANTUAN

A. TUGAS PEMBANTUAN YANG DITERIMA

1.     Dasar Hukum

2.     Instansi Pemberi Tugas Pembantuan

3.     Pelaksanaan Kegiatan

4.     Realisasi Pelaksanaan Program dan Kegiatan

5.     Sumber dan jumlah anggaran yang digunakan

6.     Satuan pelaksana kegiatan Desa

7.     Sarana dan prasarana

8.     Permasalahan dan penyelesaian

B.     TUGAS PEMBANTUAN YANG DIBERIKAN

1.     Dasar Hukum

2.     Urusan pemerintahan yang ditugas pembantukan

3.     Sumber dan Jumlah anggaran

4.     Sarana dan prasarana

 

BAB V :     URUSAN PEMERINTAHAN LAINNYA

A.     KERJASAMA ANTAR DESA

1.     Desa yang diajak kerjasama

2.     Dasar Hukum

3.     Bidang Kerjasama

4.     Nama Kegiatan

5.     Satuan pelaksana kegiatan Desa

6.     Data Perangkat Desa

7.     Sumber dan jumlah anggaran

8.     Jangka Waktu Kerjasama

9.     Hasil Kerjasama

10. Permasalahan dan penyelesaian

B.     KERJASAMA DENGAN PIHAK KETIGA

1.     Mitra yang diajak Kerjasama

2.     Dasar Hukum

3.     Bidang Kerjasama

4.     Nama Kegiatan

5.     Satuan pelaksana kegiatan Desa

6.     Sumber dan jumlah anggaran

7.     Jangka Waktu Kerjasama

8.     Hasil Kerjasama

9.     Permasalahan dan penyelesaian

C.     BATAS DESA

1.     Sengketa batas Desa

2.     Penyelesaian yang dilakukan

3.     Satuan Kerja Perangkat yang menyelenggarakan

4.     Data Pegawai

D.     PENCEGAHAN DAN PENANGGULANGAN BENCANA

1.     Bencana yang terjadi dan penanggulangannya

2.     Status Bencana

3.     Sumber dan jumlah Anggaran

4.     Antisipasi desa

5.     Satuan Kerja Perngkat Desa yang menangani Bencana

6.     Kelembagaan yang dibentuk

7.     Potensi bencana yang diperkirajan terjadi

E.     PENYELENGGARAAN KETENTRAMAN DAN KETERTIBAN UMUM

1.     Gangguan yang terjadi

2.     Satuan pelaksana kegiatan Desa

3.     Penanggulangan dan Kendalanya

4.     Keikutsertaan Aparat Keamanan dalam penanggulangan

5.     Sumber dan Jumlah Anggaran

 

LAMPIRAN III

LAPORAN KETERANGAN PERTANGGUNGJAWABAN

KEPALA DESA AKHIR TAHUN ANGGARAN

TAHUN

 

SISTEMATIKA LKPJ AKHIR TAHUN ANGGARAN

 

BAB I        PENDAHULUAN

A.     DASAR HUKUM

B.     GAMBARAN UMUM DESA

1.     KONDISI GEOGRAFIS

2.     GAMBARAN UMUM DEMOGRAFIS

3.     KONDISI EKONOMI

a.     Potensi unggulan Desa

b.     Pertumbuhan Ekonomi/PDRB

 

BAB II :     RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH DESA

A.     Visi dan Misi

B.     Strategi dan Arah Kebijakan Desa (sesuai Rencana Pembangunan

    Jangka Menengah Desa)

C.     Prioritas Desa

 

BAB III :     KEBIJAKAN UMUM PENGELOLAAN KEUANGAN DESA

A.     PENGELOLAAN PENDAPATAN DESA

1.     Intensifikasi dan Ekstensifikasi

2.     Target dan realisasi Pendapatan

3.     Permasalahan dan penyelesaian

B.     PENGELOLAAN BELANJA DESA

1.     Kebijakan Umum Keuangan Desa

2.     Target dan realisasi Belanja

3.     Permasalahan dan penyelesaian

 

BAB IV :     PENYELENGGARAAN URUSAN PEMERINTAHAN DESA

A.     URUSAN HAK ASAL USUL DESA

1.     Program dan Kegiatan

2.     Realisasi Pelaksanaan Kegiatan

3.     Permasalahan dan penyelesaian

B.     URUSAN PEMERINTAHAN YANG DISERAHKAN KABUPATEN/KOTA

1.     Program dan Kegiatan

2.     Realisasi Pelaksanaan Kegiatan

3.     Permasalahan dan penyelesaian

 

BAB V :     PENYEENGGARAAN TUGAS PEMBANTUAN

A.     TUGAS PEMBANTUAN YANG DITERIMA

1.     Dasar Hukum

2.    Instansi Pemberi Tugas Pembantuan

3.     Satuan Kerja Perangkat Desa

4.     Kegiatan yang diterima

5.     Sumber dan Jumlah Anggaran

6.     Permasalahan dan penyelesaian

B.     TUGAS PEMBANTUAN YANG DIBERIKAN

1.     Dasar Hukum

2.     Urusan Pemerintahan yang ditugas pembantuankan

3.     Sumber dan Jumlah Anggaran

4.     Sarana dan Prsarana

 

BAB VI :     PENYELENGGARAAN URUSAN PEMERINTAHAN LAINNYA

A.     KERJASAMA ANTAR DESA

1.     Kebijakan dan Kegiatan

2.     Realisasi Pelaksanaan Kegiatan

3.     Permasalahan dan penyelesaian

B.     KERJASAMA DESA DENGAN PIHAK KETIGA

1.     Kebijakan dan Kegiatan

2.     Pelaksanaan Kegiatan

3.     Permasalahan dan penyelesaian

 

C.     BATAS DESA

1.     Kebijakan dan Kegiatan

2.     Pelaksanaan Kegiatan

3.     Permasalahan dan penyelesaian

D. PENCEGAHAN DAN PENANGGULANGAN BENCANA

1.     Bencana yang terjadi dan penanggulangannya

2.     Status bencana

3.     Sumber dan Jumlah Anggaran

4.     Antisipasi Desa

5.     Potensi Bencana tang diperkirakan terjadi

E.     PENYELENGGARAAN KETENTRAMAN DAN KETERTIBAN UMUM

1.     Gangguan yang terjadi

2.     Satuan pelaksana kegiatan Desa

3.     Data perangkatg Desa

4.     Sumber dan Jumlah Anggaran

5.     Penanggulangan dan Kendalanya

6.     Keikutsertaan Aparat Keamanan Dalam penanggulangan

 

LAMPIRAN IV

LAPORAN KETERANGAN PERTANGGUNGJAWABAN

KEPALA DESA AKHIR MASA JABATAN

 

TAHUN

 

SISTEMATIKA LKPJ AKHIR MASA JABATAN

 

BABI :        PENDAHULUAN

A.     DASAR HUKUM

B.     GAMBARAN UMUM DESA

1.     KONDISI GEOGRAFIS

2.     GAMBARAN UMUM DEMOGRAFIS

3.     KONDISI EKONOMI

a.    Potensi unggulan Desa

b.    Pertumbuhan Ekonomi/PDRB

 

BAB II :     RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH DESA

A.     Visi dan Misi.

B.     Strategi dan Arah Kebijakan Desa (sesuai Rencana Pembangunan

    Jangka Menengah Desa).

C.     Prioritas Desa

 

BAB III :     KEBIJAKAN UMUM PENGELOLAAN KEUANGAN DESA

A.     PENGELOLAAN PENDAPATAN DESA

1.    Intensifikasi dan Ekstensifikasi

2.    Target dan realisasi Pendapatan

3.    Permasalahan dan penyelesaian

 

B.     PENGELOLAAN BELANJA DESA

1.    Kebijakan Umum Keuangan Desa

2.    Target dan realisasi Belanja

3.    Permasalahan dan penyelesaian

 

BAB IV :     PENYELENGGARAAN URUSAN PEMERINTAHAN DESA

A.     URUSAN HAK ASAL USUL DESA

1.    Pelaksanaan Kegiatan

2.    Pelaksanaan Program dan Kegiatan

3.    Permasalahan dan penyelesaian

B.     URUSAN PEMERINTAHAN YANG DISERAHKAN KABUPATEN/KOTA

1.    Pelaksanaan Kegiatan

2.    Pelaksanaan Program dan Kegiatan

3.    Permasalahan dan penyelesaian

 

BAB V :    PENYENGGARAAN TUGAS PEMBANTUAN

A.     TUGAS PEMBANTUAN YANG DITERIMA

1.    Dasar Hukum

2.    Instansi Pemberi Tugas Pembantuan

3.    Satuan pelaksana kegiatan Desa

4.    Pelaksanaan kegiatan yang diterima

5.    Sumber dan Jumlah Anggaran

6.    Permasalahan dan penyelesaian

B.     TUGAS PEMBANTUAN YANG DIBERIKAN

1.    Dasar Hukum

2.    Urusan Pemerintahan yang ditugas pembantuankan

3.    Sumber dan Jumlah Anggaran

4.    5arana dan Prasarana.

 

BAB VI :     PENYELENGGARAAN URUSAN PEMERINTAHAN LAINNYA

A.    KERJASAMA ANTAR DESA

1.    Kebijakan dan Kegiatan

2.    Pelaksanaan Kegiatan

3.    Permasalahan dan penyelesaian

B.    KERJASAMA DESA DENGAN PIHAK KETIGA

1.    Kebijakan dan Kegiatan

2.    Pelaksanaan Kegiatan

3.    Permasalahan dan penyelesaian

C.    BATAS DESA

1.    Kebijakan dan Kegiatan

2.    Pelaksanaan Kegiatan

3.    Permasalahan dan penyelesaian

D.    PENCEGAHAN DAN PENANGGULANGAN BENCANA

1.    Bencana yang terjadi dan penanggulangannya

2.    Status bencana

3.    Sumber dan Jumlah Anggaran

4.    Antisipasi Desa

5.     Potensi Bencana tang diperkirakan terjadi

E.    PENYELENGGARAAN KETENTRAMAN DAN KETERTIBAN UMUM

1.    Gangguan yang terjadi

2.    Satuan pelaksana kegiatan Desa

3.    Sumber dan Jumlah Anggaran

4.    Penanggulangan dan Kendalanya

5.    Keikutsertaan Aparat Keamanan Dalam penanggulangan

 

LAMPIRAN V

INFORMASI PENYELENGGARAAN PEMERINTAHAN DESA DESA ………………………. Kecamatan ……………… TAHUN ….

 

1.     Penyelenggaraan Pemerintahan Desa

A.     Urusan Pemerintahan Desa.

(Ringkasan dari penyelenggaraan Urusan Pemerintahan yang diserahkan Kabupaten/Kota)

 

B.     Urusan hak asal usul desa

(Ringkasan dari penyelenggaraan urusan yang diserahkan ke desa)

 

C.     Tugas Pembantuan

(Ringkasan dari penyelenggaraan yang ditugaskan kepada desa oleh Pemerintah tingkat atas)

 

D.     Urusan Pemerintahan Lainnya

    (Ringkasan urusan Pemerintahan lainnya jika ada)

 

2.     Ringkasan APB Desa

A.     Pendapatan Desa

a.     Pendapatan Asli Desa

b.     Bagi hasil pajak Kabupaten/Kota

c.     Bagian dari restribusi Kabupaten/Kota

d.     Alokasi Dana Desa

e.     Bantuan keuangan Pemerintah, Pemerintah Provinsi, Pemerintah Kabupaten/

    Kota dan desa lainnya.

f.     Hibah.

g.     Sumbangan Pihak ke tiga.

Jumlah

 

B.     Belanja

a.     Belanja Langsung

1)     Belanja Pegawai

2)     Belanja Barang / jasa

3)     Belanja Modal

Jumlah

b.     Belanja Tidak Langsung

1)     Belanja Pegawai

2)     Belanja Subsidi

3)     Belanja Hibah

4)     Belanja Bantuan Sosial

5)     Belanja Bantuan Keuangan

6)     Belanja Tak Terduga

 

Jumlah

 

C. Pembiayaan

a.     Penerimaan Pembiayaan:

    1)     Sisa Anggaran Tahun sebelumnya

    2)     Hasil Penjualan Aset yang dipisahkan

    

Jumlah

Rp. ………………… Rp. ………………… Rp. ………………… Rp. …………………

 

Rp. ………………… Rp. ………………… Rp. …………………

Rp. ………………..

 

Rp. ………………… Rp. ………………… Rp. …………………

Rp. ………………..

Rp. ………………… Rp. ………………… Rp. ………………… Rp. ………………… Rp. ………………… Rp. …………………

Rp. ………………..

Rp. ………………… Rp. …………………

Rp. ………………..

 

b. Pengeluaran Pembiayaan; 1) Dana Cadangan

2) Penyertaan Modal Desa 3) Pembayaran Utang

 

Jumlah

Rp. ………………… Rp. ………………… Rp. …………………

Rp. ……………………..

oo    , tg 1…….

Kepala Desa …………..

About these ads
Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: