Skip to content

PERMENDAGRI NO 1 TAHUN 2009 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA INSTITUT PEMERINTAHAN DALAM NEGERI

Oktober 7, 2009

PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI

NOMOR 1 TAHUN 2009

TENTANG

ORGANISASI DAN TATA KERJA

INSTITUT PEMERINTAHAN DALAM NEGERI

 

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

 

MENTERI DALAM NEGERI,

 

Menimbang    :    a.    bahwa dalam rangka peningkatan kualitas pendidikan kader pamong praja perlu dilakukan penataan organisasi dan tata kerja lembaga pendidikan Departemen Dalam Negeri;

  1. bahwa struktur organisasi dan tata kerja Institut Pemerintahan Dalam Negeri sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 29 Tahun 2005 tidak sesuai lagi dengan perkembangan dan kebutuhan dalam penyelenggaraan pendidikan kader pamong praja;
  2. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a dan huruf b, perlu menetapkan Peraturan Menteri Dalam Negeri tentang Organisasi dan Tatakerja Institut Pemerintahan Dalam Negeri;

 

Mengingat    :    1.    Pasal 4 ayat (1) Undang-Undang Dasar 1945;

  1. Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Lembaran Negara Tahun 2003 Nomor 78, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4301);
  2. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 125, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4437) sebagaimana telah diubah beberapa kali, terakhir dengan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2008 tentang Perubahan Kedua Atas Undang-Undang 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 59, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4844);
  3. Undang-undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen (Lembaran Negara Republik lndonesia Tahun 2005 Nomor 157, Tambahan Lembaran Negara Republik lndonesia Nomor 4586);
    1. Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 1999 tentang Pendidikan Tinggi;
    2. Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan;
    3. Keputusan Presiden Republik lndonesia Nomor 87 Tahun 2004 tentang Penggabungan Sekolah Tinggi Pemerintahan Dalam Negeri Ke Dalam Institut llmu Pemerintahan;
    4. Peraturan Presiden Nomor 9 tahun 2005 tentang Kedudukan, Tugas, Fungsi, Susunan Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik lndonesia sebagaimana telah diubah terakhir dengan Peraturan Presiden Nomor 20 Tahun 2008;
    5. Peraturan Presiden Nomor 10 Tahun 2005 tentang Unit Organisasi dan Tugas Eselon I Kementerian Negara Republik lndonesia sebagaimana telah diubah terakhir dengan Peraturan Presiden Nomor 21 Tahun 2008;
    6. Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 130 Tahun 2003 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Dalam Negeri sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomer 25 Tahun 2008 sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 50 Tahun 2008;
    7. Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 164 Tahun 2003 tentang Organisasi Subbagian, Seksi, Subbidang di Lingkungan Departemen Dalam Negeri sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 51 Tahun 2008;

 

MEMUTUSKAN:

 

Menetapkan    :    PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA INSTITUT PEMERINTAHAN DALAM NEGERI.

 

BAB I

KEDUDUKAN,TUGAS DAN FUNGSI

 

Pasal 1

  1. Institut Pemerintahan Dalam Negeri yang selanjutnya disingkat IPDN adalah unit pelaksana teknis Departemen Dalam Negeri yang menyelenggarakan pendidikan tinggi kepamongprajaan berikatan dinas.
  2. IPDN dipimpin oleh seorang Rektor, yang berada di bawah dan bertanggungjawab kepada Menteri Dalam Negeri.
  3. IPDN dalam melaksanakan tugasnya secara fungsional dibina oleh Kepala Badan Pendidikan dan Pelatihan dan secara administratif dibina oleh Sekretaris Jenderal.

 

Pasal 2

IPDN mempunyai tugas melaksanakan program pendidikan akademik dan/atau profesi di bidang kepamongprajaan.

 

Pasal 3

Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2, IPDN menyelenggarakan fungsi:

  1. pelaksanaaan dan pengembangan pendidikan akademik dan/atau profesi;
  2. pelaksanaan kegiatan penelitian, baik dalam proses pengembangan ilmu, pendidikan dan pengajaran, maupun pengabdian kepada masyarakat;
  3. pelaksanaan pengkajian ilmu dan masalah-masalah pemerintahan;
  4. pemberian saran dan pertimbangan kepada Menteri Dalam Negeri dari aspek akademis terhadap penyelenggaraan pemerintahan dan otonomi daerah; dan
  5. penatausahaan penyelenggaraan pendidikan.

     

    BAB II

    SUSUNAN ORGANISASI

 

Pasal 4

  1. Organisasi IPDN terdiri dari:
    1. Dewan Penyantun;
    2. Rektor dan Wakil Rektor;
    3. Pembantu Rektor;
    4. Senat Institut;
    5. Fakultas:
      1. Fakultas Politik Pemerintahan; dan
      2. Fakultas Manajemen Pemerintahan.
    6. Program Pascasarjana;
    7. Lembaga:
      1. Lembaga Penelitian; dan
      2. Lembaga Pengabdian Masyarakat.
    8. Biro-Biro:
      1. Biro Administrasi Akademik, Perencanaan dan kerja sama;
      2. Biro Administrasi Umum dan Keuangan; dan
      3. Biro Administrasi Keprajaan dan Kemahasiswaan.
    9. Unit Pelaksana Teknis; dan
    10. IPDN Regional.
  1. Bagan Susunan Organisasi IPDN sebagaimana dimaksud pada ayat (1) tercantum dalam Lampiran I dan Lampiran II merupakan bagian dan satu kesatuan yang tidak terpisah dari keputusan ini.

 

Bagian Pertama

Dewan Penyantun

 

Pasal 5

  1. Dewan Penyantun merupakan forum yang terdiri atas tokoh-tokoh Pemerintah dan pemerintah daerah dan masyarakat yang menaruh perhatian terhadap pengembangan IPDN.
  2. Dewan Penyantun bertugas memberi saran dan atau bantuan bagi pengembangan kemajuan IPDN.
  3. Dewan Penyantun terdiri atas ketua, sekretaris dan anggota.
  4. Ketua Dewan Penyantun dipilih dari dan oleh para anggota.
  5. Ketua Dewan Penyantun dibantu oleh seorang Sekretaris yang dijabat oleh Wakil Rektor.
  6. Dewan Penyantun diusulkan oleh Rektor setelah mendapat pertimbangan Senat IPDN dan ditetapkan dengan Keputusan Menteri Dalam Negeri.
  7. Masa Bakti Dewan Penyantun selama 4 (empat) tahun.
  8. Dewan Penyantun bersidang sekurang-kurangnya satu kali dalam 6 (enam) bulan.

 

 

Bagian Kedua

Rektor, Wakil Rektor dan Pembantu Rektor

 

Pasal 6

  1. Rektor adalah pimpinan IPDN untuk membantu Menteri Dalam Negeri di bidang pendidikan kader kepamongprajaan.
  2. Rektor mempunyai tugas melaksanakan perumusan kebijakan, dan memimpin penyelenggaraan pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, membina tenaga kependidikan, mahasiswa/praja, tenaga administrasi dan menjalankan hubungan yang harmonis dengan lingkungan dan melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh Menteri.

 

Pasal 7

  1. Wakil Rektor adalah unsur pimpinan IPDN yang membantu Rektor untuk kelancaran penyelenggaraan pendidikan IPDN dan bertanggung jawab langsung kepada Rektor.
  2. Wakil Rektor mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan pendidikan IPDN di bidang administrasi, keuangan, personil dan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Rektor.

 

Pasal 8

  1. Pembantu Rektor adalah unsur pembantu pimpinan yang berada di bawah dan bertanggungjawab kepada Rektor.
  2. Pembantu Rektor terdiri dari:
    1. Pembantu Rektor Bidang Akademik;
    2. Pembantu Rektor Bidang Administrasi; dan
    3. Pembantu Rektor Bidang Kemahasiswaan.

     

    Pasal 9

  3. Pembantu Rektor Bidang Akademik mempunyai tugas membantu Rektor dalam memimpin pelaksanaan pengajaran, pelatihan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, dan Pascasarjana.
  4. Pembantu Rektor Bidang Administrasi mempunyai tugas membantu Rektor dalam memimpin pelaksanaan kegiatan di bidang perencanaan, keuangan dan administrasi umum; dan
  5. Pembantu Rektor Bidang Kemahasiswaan mempunyai tugas membantu Rektor dalam memimpin pelaksanaan kegiatan di bidang kemahasiswaan, kegiatan-kegiatan ekstrakurikuler praja dan mahasiswa serta pembinaan alumni.

 

Bagian Ketiga

Senat Institut

 

Pasal 10

  1. Senat Institut merupakan badan normatif dan perwakilan tertinggi di lingkungan IPDN.
  2. Senat Institut sebagaimana dimaksud pada ayat (1) mempunyai tugas pokok:
    1. merumuskan kebijakan pengembangan IPDN;
    2. merumuskan kebijakan penilaian prestasi akademik dan kecakapan serta kepribadian sivitas akademika;
    3. merumuskan norma dan tolok ukur penyelenggaraan pendidikan IPDN;
    4. memberi pertimbangan kepada Rektor atas penyusunan rencana anggaran pendapatan dan belanja IPDN;
    5. menilai pertanggungjawaban Rektor kepada Menteri mengenai pelaksanaan kebijakan IPDN;
    6. merumuskan peraturan pelaksanaan kebebasan akademik dan otonomi keilmuan pada IPDN;
    7. memilih 3 (tiga) orang calon rektor yang akan diusulkan untuk diangkat menjadi rektor oleh Menteri;
    8. memberikan pertimbangan berkenaan dengan dosen yang dicalonkan untuk memangku jabatan akademik di atas Lektor;
    9. merekomendasikan penegakan norma-norma yang berlaku bagi sivitas akademika; dan
    10. mengusulkan dan mengukuhkan pemberian gelar Doktor Kehormatan kepada warga masyarakat yang memenuhi persyaratan.

 

Pasal 11

  1. Senat Institut terdiri atas Guru Besar, Pimpinan IPDN, para Dekan, para kepala lembaga, dan Perwakilan Dosen yang ditetapkan oleh Senat IPDN.
  2. Senat Institut diketuai oleh Rektor, didampingi oleh seorang sekretaris yang dipilih di antara para anggota Senat IPDN.
  3. Dalam melaksanakan tugasnya, Senat IPDN dapat membentuk komisi-komisi yang beranggotakan anggota Senat IPDN dan bila dianggap perlu ditambah anggota lain.
  4. Tata cara pengambilan keputusan dalam rapat senat institut diatur dengan peraturan Rektor.

 

 

Bagian Keempat

Fakultas

 

Pasal 12

  1. Fakultas adalah unsur pelaksana akademik IPDN yang melaksanakan sebagian tugas pokok dan fungsi IPDN.
  2. Fakultas dipimpin oleh Dekan, yang berada di bawah dan bertangung jawab kepada Rektor.

 

Pasal 13

Fakultas mempunyai tugas menyelenggarakan Program Diploma dan Program Sarjana.

 

Pasal 14

Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud Pasal 13, Fakultas menyelenggarakan fungsi:

  1. perumusan visi, misi dan kebijakan teknis;
  2. pelaksanaan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat;
  3. pembinaan tenaga kependidikan, praja dan mahasiswa; dan
  4. pelaksanaan administrasi dan manajemen fakultas.

 

Pasal 15

Organisasi Fakultas terdiri atas:

  1. Dekan dan Pembantu Dekan;
  2. Senat Fakultas;
  3. Jurusan dan/atau program studi;
  4. Bagian Tata Usaha;
  5. Perpustakaan;
  6. Laboratorium; dan
  7. Dosen.

Pasal 16

  1. Dekan dalam melaksanakan tugas dibantu oleh 3 (tiga) pembantu dekan.
  2. Pembantu Dekan berada di bawah dan bertanggungjawab langsung kepada Dekan.

 

Pasal 17

Dekan mempunyai tugas memimpin penyelenggaraan pengajaran, pelatihan, kepamongprajaan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, membina tenaga kependidikan, praja dan mahasiswa serta melaksanakan administrasi dan manajemen fakultas.

 

Pasal 18

Pembantu Dekan, terdiri atas:

  1. Pembantu Dekan Bidang Akademik dan Kerja Sama;
  2. Pembantu Dekan Bidang Administrasi Umum; dan
  3. Pembantu Dekan Bidang Keprajaan.

 

Pasal 19

  1. Pembantu Dekan Bidang Akademik dan Kerja Sama mempunyai tugas membantu dekan dalam memimpin pelaksanaan pengajaran dan pelatihan serta kerja sama.
  2. Pembantu Dekan Bidang Administrasi Umum mempunyai tugas membantu dekan dalam memimpin pelaksanaan kegiatan di bidang program dan evaluasi serta administrasi umum.
  3. Pembantu Rektor Bidang Keprajaan mempunyai tugas membantu dekan dalam pelaskanaan kegiatan di bidang kepamongprajaan, dan pembinaan praja.

 

Pasal 20

  1. Senat Fakultas merupakan badan normatif dan perwakilan tertinggi di tingkat fakultas yang memiliki kewenangan untuk menjabarkan kebijakan dan peraturan IPDN untuk fakultas bersangkutan.
  2. Senat Fakultas sebagaimana dimaksud pada ayat (1) mempunyai tugas pokok:
    1. merumuskan kebijakan akademik dan pengembangan fakultas;
    2. merumuskan kebijakan penilaian prestasi akademik dan kecakapan serta kepribadian dosen;
    3. merumuskan norma dan tolok ukur penyelenggaran fakultas;
    4. menilai pertanggungjawaban pimpinan fakultas atas pelaksanaan kebijakan akademik yang telah ditetapkan; dan
    5. memberikan pertimbangan kepada pimpinan IPDN mengenai calon yang diusulkan untuk diangkat menjadi pimpinan fakultas.
  3. Senat fakultas terdiri dari atas guru besar, dekan, ketua jurusan, direktur program studi, wakil dosen, dan unsur lain yang ditetapkan oleh senat.
  4. Senat fakultas diketuai oleh dekan, dibantu oleh seorang sekretaris yang dipilih diantara para anggota senat fakultas.
  5. Dalam melaksanakan tugasnya, senat fakultas dapat membentuk komisi-komisi yang beranggotakan anggota senat fakultas dan bila dianggap perlu ditambah anggota lain.
  6. Tata cara pengambilan keputusan dalam rapat senat fakultas diatur dalam Peraturan Rektor.

 

Pasal 21

 

  1. Jurusan dan/atau Program Studi adalah unit pelaksana akademik pada fakultas yang melaksanakan jenis pendidikan akademik dan vokasi.
  2. Jurusan dan/atau Program Studi menyelenggarakan satu atau seperangkat cabang ilmu pengetahuan kepamongprajaan.
  3. Jurusan terdiri atas:
  1. Ketua Jurusan;
  2. Sekretaris Jurusan; dan
  3. Kelompok fungsional dosen.
    1. Program Studi terdiri atas :
      1. Direktur;
      2. Pembantu Direktur; dan
      3. Kelompok fungsional dosen.
    2. Ketentuan tata cara pemilihan, pengangkatan dan pemberhentian pimpinan jurusan dan atau program studi diatur dengan Peraturan Rektor.

     

    Pasal 22

    Bagian Tata Usaha merupakan unsur pelaksana administrasi pada fakultas yang dipimpin oleh Kepala Bagian yang berada di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada Dekan melalui Pembantu Dekan.

     

    Pasal 23

    1. Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan program dan evaluasi serta administrasi umum fakultas.
    2. Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud ayat (1), Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi:
      1. penyusunan program dan evaluasi; dan
      2. pelaksanaan administrasi umum.

     

    Pasal 24

    Bagian Tata Usaha terdiri atas:

    1. Subbagian Program dan Evaluasi; dan
    2. Subbagian Administrasi Umum.

     

    Pasal 25

    1. Subbagian Program dan Evaluasi mempunyai tugas menyiapkan bahan penyusunan program dan evaluasi fakultas.
    2. Subbagian Administrasi Umum mempunyai tugas melakukan administrasi umum pada fakultas.

     

    Pasal 26

    1. Perpustakaan merupakan unsur penunjang fakultas, yang masing-masing dipimpin oleh Kepala Unit yang berada di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada Dekan melalui pembantu dekan bidang administrasi.
    2. Pengaturan lebih lanjut mengenai tugas dan fungsi Perpustakaan ditetapkan dengan Peraturan Rektor.

     

    Pasal 27

    1. Laboratorium merupakan unsur penunjang fakultas, yang masing-masing dipimpin oleh Kepala Unit yang berada di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada Dekan melalui pembantu dekan bidang administrasi.
    2. Pengaturan lebih lanjut mengenai tugas dan fungsi Laboratorium ditetapkan dengan Peraturan Rektor.

     

    Pasal 28

    1. Dosen adalah tenaga pengajar di lingkungan fakultas yang berada di bawah dan bertanggungjawab langsung kepada Dekan.
    2. Dosen terdiri atas:
      1. Dosen biasa;
      2. Dosen luar biasa; dan
      3. Dosen tamu.
      1. Jenis dan jenjang kepangkatan dosen sebagaimana dimaksud dalam ayat (1), diatur dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku.

     

    Pasal 29

    Dosen mempunyai tugas utama mengajar, melatih, mengemong serta melakukan penelitian dan pengabdian masyarakat.

     

    Pasal 30

    1. Dosen biasa adalah dosen yang diangkat dan ditempatkan sebagai tenaga tetap di lingkungan IPDN.
    2. Dosen luar biasa adalah dosen yang bukan tenaga tetap di lingkungan IPDN.
    3. Dosen tamu adalah seorang yang diundang untuk mengajar di lingkungan IPDN selama jangka waktu tertentu.

     

     

    Bagian Kelima

    Program Pascasarjana

     

    Pasal 31

    1. Program Pascasarjana merupakan unsur pelaksana akademik IPDN yang melaksanakan sebagian tugas pokok dan fungsi IPDN yang berada di bawah Rektor.
    2. Program Pascasarjana dipimpin oleh seorang direktur yang bertanggungjawab langsung kepada Rektor.
    3. Program Pascasarjana mempunyai tugas menyelenggarakan pendidikan terdiri dari Program Magister, Program Doktor dan Program Keahlian Kepamongprajaan.
    4. Program Pascasarjana menyelenggarakan fungsi pelaksanaan pendidikan dan pengajaran, penelitian, pengabdian kepada masyarakat dan pembinaan sivitas akademika.

     

    Pasal 32

    Direktur mempunyai tugas menyelenggarakan koordinasi perumusan kebijakan dan memimpin penyelenggaraan pendidikan dan tenaga administrasi program pascasarjana.

     

    Pasal 33

    (1)    Organisasi Program Pascasarjana terdiri atas:

    1. Direktur dan Asisten Direktur;
    2. Unsur Pelaksana Akademik yaitu program magister, program doktor dan program keahlian kepamongprajaan; dan
    3. Subbagian Tata Usaha.

    (2)    Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan administrasi umum, keuangan dan administrasi kemahasiswaan.

     

    Bagian Keenam

    Lembaga

     

    Pasal 34

    1. Lembaga merupakan unsur pelaksana akademik IPDN, dipimpin oleh seorang Kepala Lembaga yang dalam melaksanakan tugasnya bertanggungjawab kepada Rektor melalui Pembantu Rektor Bidang Akademik.
    2. Lembaga sebagaimana dimaksud pada ayat (1) terdiri atas :
      1. Lembaga Penelitian; dan
      2. Lembaga Pengabdian Kepada Masyarakat.

     

    Pasal 35

    1. Lembaga penelitian merupakan unsur pelaksana di lingkungan IPDN yang mempunyai tugas melaksanakan penelitian.
    2. Lembaga Penelitian terdiri atas:
      1. Pusat Penelitian Kebijakan Pemerintahan;
      2. Pusat Penelitian Pemberdayaan Masyarakat;
      3. Pusat Penelitian Kependudukan;
      4. Pusat Penelitian Pembangunan;
      5. Pusat Penelitian Keuangan Daerah;
      6. Pusat Penelitian Sumber Daya Aparatur; dan
      7. Subbagian Tata Usaha.
    1. Pusat sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dipimpin oleh seorang Kepala Pusat yang berada dan bertanggung jawab kepada Kepala Lembaga.

     

    Pasal 36

    1. Pusat Penelitian Kebijakan Pemerintahan mempunyai tugas melaksanakan penelitian dan pengkajian masalah kebijakan pemerintahan.
    2. Pusat Penelitian Pemberdayaan Masyarakat mempunyai tugas melaksanakan penelitian dan pengkajian masalah pemberdayaan masyarakat.
    3. Pusat Penelitian Kependudukan, mempunyai tugas melaksanakan penelitian dan pengkajian masalah kependudukan.
    4. Pusat Penelitian Pembangunan, mempunyai tugas melaksanakan penelitian dan pengkajian masalah pembangunan
    5. Pusat Penelitian Keuangan Daerah, mempunyai tugas melaksanakan penelitian dan pengkajian masalah keuangan daerah.
    6. Pusat Penelitian Sumber Daya Aparatur, mempunyai tugas melaksanakan penelitian dan pengkajian masalah sumber daya aparatur.
    7. Subbagian Tata Usaha lembaga penelitian mempunyai tugas melakukan urusan administrasi lembaga.

     

    Pasal 37

    1. Lembaga Pengabdian Masyarakat mempunyai tugas melaksanakan pengabdian masyarakat.
    2. Lembaga Pengabdian Masyarakat terdiri dari:
      1. Pusat Pengabdian Masyarakat Perdesaan;
      2. Pusat Pengabdian Masyarakat Perkotaan;
      3. Pusat Pengabdian Masyarakat Pesisir dan Perbatasan; dan
      4. Subbagian Tata Usaha.

     

    Pasal 38

    1. Pusat Pengabdian Masyarakat Perdesaan mempunyai tugas melaksanakan pengabdian kepada masyarakat perdesaan.
    2. Pusat Pengabdian Masyarakat Perkotaan mempunyai tugas melaksanakan pengabdian kepada masyarakat perkotaan.
    3. Pusat Pengabdian Masyarakat Pesisir dan Perbatasan, mempunyai tugas melaksanakan pengabdian kepada masyarakat pesisir dan perbatasan.
    4. Subbagian Tata Usaha Lembaga penelitian mempunyai tugas melakukan urusan administrasi lembaga.

     

     

    Bagian Ketujuh

    Biro

     

    Pasal 39

    1. Biro merupakan unsur pelaksana administrasi yang dipimpin oleh seorang Kepala Biro yang bertanggung jawab kepada Rektor melalui Pembantu Rektor sesuai bidang urusan.
    2. Biro sebagaimana dimaksud pada ayat (1) terdiri dari:
      1. Biro Administrasi Akademik, Perencanaan dan Kerjasama;
      2. Biro Administrasi Umum dan Keuangan; dan
      3. Biro Administrasi Keprajaan dan Kemahasiswaan.

     

    Paragraf Pertama

    Biro Administrasi Akademik, Perencanaan dan Kerjasama

     

    Pasal 40

    Biro Administrasi Akademik, Perencanaan dan Kerjasama adalah unsur pembantu pimpinan di bidang akademik yang berada di bawah dan bertanggungjawab langsung kepada Rektor melalui Pembantu Rektor Bidang Akademik.

     

    Pasal 41

    Biro Administrasi Akademik, Perencanaan dan Kerjasama mempunyai tugas menyelenggarakan urusan administrasi akademik, perencanaan dan kerjasama.

     

    Pasal 42

    Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada pasal 41, Biro Administrasi Akademik, Perencanaan dan Kerjasama menyelenggarakan fungsi:

    1. pelaksanaan administrasi pengajaran dan pelatihan;
    2. pelaksanaan perencanaan; dan
    3. pelaksanaan kerjasama.

     

    Pasal 43

    Biro Administrasi Akademik, Perencanaan dan Kerjasama terdiri atas:

    1. Bagian Akademik;
    2. Bagian Perencanaan; dan
    3. Bagian Kerjasama.

     

    Pasal 44

    Bagian Akademik mempunyai tugas melaksanakan kegiatan penyiapan bahan pengajaran dan pelatihan, dan pengembangan serta evaluasi.

     

    Pasal 45

    Dalam pelaksanaan tugas sebagaimana dimaksud pada Pasal 44, Bagian Akademik menyelenggarakan fungsi:

    1. penyiapan bahan pengajaran dan pelatihan;
    2. pelaksanaan proses pengajaran dan pelatihan; dan
    3. pelaksanaan evaluasi dan pengembangan.

     

    Pasal 46

    Bagian Akademik terdiri atas:

    1. Subbagian Bahan Pengajaran dan Pelatihan;
    2. Subbagian Proses Pengajaran dan Pelatihan; dan
    3. Subbagian Evaluasi dan Pengembangan.

     

    Pasal 47

    1. Subbagian Bahan Pengajaran dan Pelatihan mempunyai tugas melakukan urusan penyiapan bahan pengajaran dan pelatihan.
    2. Subbagian Proses Pengajaran dan Pelatihan mempunyai tugas melakukan urusan pelaksanaan proses pengajaran dan pelatihan.
    3. Subbagian Evaluasi dan Pengembangan mempunyai tugas melakukan urusan evaluasi dan pengembangan akademik.

     

    Pasal 48

    Bagian Perencanaan mempunyai tugas melaksanakan kegiatan penyusunan program, anggaran serta evaluasi dan pelaporan.

     

    Pasal 49

    Dalam pelaksanaan tugas sebagaimana dimaksud pada Pasal 48, Bagian Perencanaan menyelenggarakan fungsi:

    1. penyusunan program dan anggaran; dan
    2. penyusunan evaluasi dan pelaporan.

     

    Pasal 50

    Bagian Perencanaan terdiri atas:

    1. Subbagian Program dan Anggaran; dan
    2. Subbagian Evaluasi dan Pelaporan.

     

    Pasal 51

    1. Subbagian Program dan Anggaran mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan program dan anggaran.
    2. Subbagian Evaluasi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan evaluasi dan menyiapkan laporan.

     

    Pasal 52

    Bagian Kerjasama mempunyai tugas melaksanakan urusan penyelenggaraan kerja sama.

     

    Pasal 53

    Dalam pelaksanaan tugas sebagaimana dimaksud pada Pasal 52, Bagian Kerjasama menyelenggarakan fungsi:

    1. pelaksanaan penyiapan program kerjasama;
    2. pelaksanaan penyiapan kerja sama pendidikan; dan
    3. pelaksanaan pengelolaan sarana produksi.

     

    Pasal 54

    Bagian Kerjasama terdiri atas:

    1. Subbagian Program Kerjasama;
    2. Subbagian Kerjasama Pendidikan; dan
    3. Subbagian Sarana Produksi.

     

    Pasal 55

    1. Subbagian Program Kerjasama mempunyai tugas urusan penyiapan program kerja sama.
    2. Subbagian Kerjasama Pendidikan mempunyai tugas urusan pelaksanaan kerjasama pendidikan.
    3. Subbagian Sarana Produksi mempunyai tugas urusan penyelenggaraan sarana budidaya dan produksi.

     

    Paragraf Kedua

    Biro Administrasi Umum dan Keuangan

     

    Pasal 56

    Biro Administrasi Umum dan Keuangan adalah unsur pembantu pimpinan di bidang administrasi umum, dan keuangan yang berada di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada Rektor melalui Pembantu Rektor Bidang Administrasi Umum.

     

    Pasal 57

    Biro Administrasi Umum dan Keuangan mempunyai tugas menyelenggarakan urusan administrasi umum dan keuangan.

     

    Pasal 58

    Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada Pasal 57, Biro Administrasi Umum dan Keuangan menyelengarakan fungsi:

    1. pelaksanaan administrasi kepegawaian;
    2. pelaksanaan urusan umum; dan
    3. pelaksanaan administrasi keuangan.

     

    Pasal 59

    Biro Administrasi Umum dan Keuangan terdiri atas:

    1. Bagian Kepegawaian;
    2. Bagian Keuangan; dan
    3. Bagian Umum.

     

    Pasal 60

    Bagian Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian.

     

    Pasal 61

    Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada Pasal 60, Bagian Kepegawaian menyelenggarakan fungsi:

    1. pelaksanaan administrasi jabatan struktural; dan
    2. pelaksanaan administrasi jabatan fungsional.

     

    Pasal 62

    Bagian Kepegawaian terdiri dari:

    1. Subbagian Jabatan Struktural; dan
    2. Subbagian Jabatan Fungsional.

     

    Pasal 63

    1. Subbagian Jabatan Struktural mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan administrasi jabatan struktural.
    2. Subbagian Jabatan Fungsional mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan administrasi jabatan fungsional.

     

    Pasal 64

    Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan urusan pelaksanaan anggaran, verifikasi dan pelaporan.

     

    Pasal 65

    Dalam pelaksanaan tugas sebagaimana dimaksud pada Pasal 64, Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi:

    1. pelaksanaan anggaran; dan
    2. pelaksanaan verifikasi dan pelaporan anggaran.

     

    Pasal 66

    Bagian Keuangan terdiri dari:

    1. Subbagian Pelaksana Anggaran; dan
    2. Subbagian Verifikasi dan Pelaporan Anggaran.

     

    Pasal 67

    1. Subbagian Pelaksana Anggaran mempunyai tugas urusan pengelolaan pelaksanaan anggaran.
    2. Subbagian Verifikasi dan Pelaporan Anggaran mempunyai tugas urusan verifikasi, pengujian dan pelaporan akuntansi anggaran.

    Bagian Umum mempunyai tugas melaksanakan urusan perlengkapan dan angkutan, tata usaha, rumah tangga, humas dan protokol serta menza dan laundry.

     

    Pasal 68

    Dalam pelaksanaan tugas sebagaimana dimaksud pada Pasal 67, Bagian Umum menyelenggarakan fungsi:

    1. pelaksanaan urusan perlengkapan dan angkutan;
    2. pelaksanan urusan tata usaha dan rumah tangga;
    3. pelaksanaan dan protokol; dan
    4. pelaksanaan urusan menza dan laundry.

     

    Pasal 69

    Bagian Umum terdiri dari:

    1. Subbagian Perlengkapan dan Angkutan;
    2. Subbagian Tata Usaha dan Rumah Tangga;
    3. Subbagian Humas dan Protokol; dan
    4. Subbagian Menza dan laundry.

     

    Pasal 70

    1. Subbagian Perlengkapan dan angkutan mempunyai tugas melakukan urusan administrasi perlengkapan dan pengelolaan angkutan.
    2. Subbagian Tata Usaha dan Rumah Tangga mempunyai tugas urusan tata usaha dan rumah tangga.
    3. Subbagian Humas dan Protokol mempunyai tugas urusan humas dan protokol.
    4. Subbagian Menza dan Laundry mempunyai tugas urusan menza dan laundry.

     

     

    Paragraf Ketiga

    Biro Administrasi Keprajaan dan Kemahasiswaan

     

    Pasal 71

    Biro Administrasi Keprajaan dan Kemahasiswaan adalah unsur pembantu pimpinan di bidang administrasi keprajaan dan kemahasiswaan yang berada di bawah dan bertanggungjawab langsung kepada Rektor melalui Pembantu Rektor Bidang Kemahasiswaan.

     

    Pasal 72

    Biro Administrasi Keprajaan dan Kemahasiswaan mempunyai tugas menyelenggarakan urusan administrasi Keprajaan dan Kemahasiswaan.

     

    Pasal 73

    Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada Pasal 72, Biro Administrasi Keprajaan dan Kemahasiswaan menyelengarakan fungsi:

    1. pelaksanaan administrasi keprajaan/kemahasiswaan dan alumni;
    2. pelaksanaan bimbingan, konseling dan disiplin; dan
    3. pelaksanaan Ekstrakurikuler.

     

    Pasal 74

    Biro Administrasi Keprajaan dan Kemahasiswaan membawahkan:

    1. Bagian Administrasi Keprajaan/Kemahasiswaan dan Alumni;
    2. Bagian Bimbingan dan Disiplin; dan
    3. Bagian Ekstrakurikuler.

     

    Pasal 75

    Bagian Administrasi Keprajaan/Kemahasiswaan dan Alumni mempunyai tugas melaksanakan urusan administrasi keprajaan/kemahasiswaan dan alumni.

     

    Pasal 76

    Dalam pelaksanaan tugas sebagaimana dimaksud pada Pasal 75, Bagian Administrasi Keprajaan/Kemahasiswaan dan Alumni menyelenggarakan fungsi:

    1. pelaksanaan administrasi Keprajaan dan Kemahasiswan; dan
    2. pelaksanaan administrasi pembinaan alumni.

     

    Pasal 77

    Bagian Administrasi Keprajaan/Kemahasiswaan dan Alumni terdiri atas:

    1. Subbagian Administrasi Keprajaan dan Kemahasiswaan; dan
    2. Subbagian Administrasi Alumni.

     

    Pasal 78

    1. Subbagian Administrasi Keprajaan dan Kemahasiswaan mempunyai tugas melakukan urusan administrasi keprajaan dan kemahasiswaan.
    2. Subbagian Administrasi Alumni mempunyai tugas melakukan urusan administrasi pembinaan alumni.

     

    Pasal 79

    Bagian Bimbingan dan Disiplin mempunyai tugas melaksanakan urusan bimbingan dan konseling, dan disiplin Praja.

     

    Pasal 80

    Dalam pelaksanaan tugas sebagaimana dimaksud pada Pasal 79, Bagian Bimbingan dan Disiplin menyelenggarakan fungsi:

    1. pelaksanaan urusan bimbingan dan konseling; dan
    2. pelaksanan urusan pembinaan disiplin.

     

    Pasal 81

    Bagian Bimbingan dan Disiplin terdiri atas:

    1. Subbagian Bimbingan dan Konseling; dan
    2. Subbagian Pembinaan Disiplin.

     

    Pasal 82

    1. Subbagian Bimbingan dan Konseling mempunyai tugas melakukan urusan bimbingan dan konseling.
    2. Subbagian Pembinaan Disiplin mempunyai tugas melakukan urusan pembinaan disiplin Praja dan Mahasiswa.

     

    Pasal 83

    1. Dalam melaksanakan tugasnya, Subbagian Bimbingan dan Konseling sebagaimana dimaksud dalam Pasal 82 ayat (1) dibantu oleh 18 (delapan belas) Pengasuh sebagai Kepala Satuan.
    2. Pengasuh sebagaimana dimaksud pada ayat (1), masing-masing dapat dibantu oleh 5 (lima) anggota satuan.

     

    Pasal 84

    Bagian Ekstrakurikuler mempunyai tugas melaksanakan kegiatan urusan ekstrakurikuler Praja dan Mahasiswa.

     

    Pasal 85

    Dalam pelaksanaan tugas sebagaimana dimaksud pada Pasal 84, Bagian Ekstrakurikuler menyelenggarakan fungsi:

    1. penyiapan pembinaan dan pengembangan seni dan olahraga; dan
    2. penyiapan pembinaan dan pengembangan kerohanian dan organisasi keprajaan dan mahasiswa.

     

    Pasal 86

    Bagian Ekstrakurikuler terdiri atas:

    1. Subbagian Seni dan Olahraga; dan
    2. Subbagian Organisasi dan Kerohanian.

     

    Pasal 87

    1. Subbagian Seni dan Olahraga mempunyai tugas melakukan urusan pembinaan seni dan olahraga.
    2. Subbagian Organisasi dan Kerohanian mempunyai tugas melakukan urusan pembinaan organisasi keprajaan dan kerohanian.

     

    Bagian Kesembilan

    Unit Pelaksana Teknis

     

    Pasal 88

    1. Unit pelaksana teknis merupakan unsur penunjang fakultas, yang masing-masing dipimpin oleh Kepala Unit yang berada di bawah dan bertanggungjawab langsung kepada Dekan melalui pembantu dekan bidang administrasi.
    2. Unit-unit terdiri atas:
      1. Unit Perpustakaan;
      2. Unit Laboratorium Komputer dan Laboratorium Bahasa;
      3. Unit Poliklinik;
      4. Unit Museum;
      5. Unit Keamanan Dalam; dan
      6. Unit Budidaya.
      1. Ketentuan lebih lanjut mengenai tugas dan fungsi Unit Pelaksana Teknis sebagaimana dimaksud pada ayat (2) ditetapkan dengan Peraturan Rektor.

     

    BAB III

    IPDN REGIONAL

     

    Pasal 89

    1. IPDN Regional adalah unsur pelaksana akademik IPDN yang melaksanakan sebagian tugas pokok dan fungsi IPDN untuk menyelenggarakan program Diploma.
    2. IPDN Regional dipimpin oleh Ketua yang disebut dengan Direktur, yang berada di bawah dan bertangungjawab kepada Rektor dan secara administrasi bertanggung jawab kepada Dekan Fakultas.
    3. Direktur dalam melaksanakan tugas dibantu oleh 3 (tiga) Asisten Direktur.
    4. Asisten Direktur berada di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada Direktur.

     

    Pasal 90

    IPDN Regional terdiri atas:

    1. IPDN Kampus Manado;
    2. IPDN Kampus Makassar;
    3. IPDN Kampus Pekanbaru; dan
    4. IPDN Kampus Bukit Tinggi.

       

    Pasal 91

    IPDN Regional mempunyai tugas menyelenggarakan pendidikan kepamongprajaan program diploma.

     

    Pasal 92

    Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud Pasal 91, IPDN Regional menyelenggarakan fungsi:

    1. perumusan visi, misi dan kebijakan teknis;
    2. pelaksanaan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat;
    3. pembinaan tenaga kependidikan, praja dan mahasiswa; dan
    4. pelaksanaan administrasi dan manajemen IPDN Regional.

     

    Pasal 93

    1. Organisasi IPDN Regional terdiri atas:
      1. Direktur;
      2. Asisten Direktur;
      3. Bagian;
      4. Unit Pelaksana Teknis; dan
      5. Kelompok fungsional dosen.
    2. Bagan struktur organisasi IPDN Regional sebagaimana dimaksud pada ayat (1) tercantum dalam lampiran III yang merupakan bagian dan satu kesatuan yang tidak terpisah dari keputusan ini.

     

    Pasal 94

    (1)    Direktur mempunyai tugas memimpin penyelenggaraan pengajaran, pelatihan, kepamongprajaan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, membina tenaga kependidikan, Praja dan Mahasiswa serta melaksanakan administrasi dan manajemen fakultas.

    (2)     Asisten Direktur mempunyai tugas membantu Direktur dalam penyelenggaraan pendidikan kepamongprajaan program diploma.

     

    Pasal 95

    Asisten Direktur yang terdiri atas:

    1. Asisten Direktur Bidang Akademik dan Kerjasama;
    2. Asisten Direktur Bidang Administrasi Umum; dan
    3. Asisten Direktur Bidang Keprajaan.

     

    Pasal 96

    1. Asisten Direktur Bidang Akademik dan Kerjasama mempunyai tugas membantu Direktur dalam memimpin pelaksanaan pengajaran dan pelatihan serta kerjasama.
    2. Asisten Direktur Bidang Administrasi mempunyai tugas membantu Direktur dalam memimpin pelaksanaan kegiatan di bidang program dan evaluasi serta administrasi umum.
    3. Asisten Direktur Bidang Keprajaan mempunyai tugas membantu Direktur dalam pelaksanaan kegiatan di bidang Kepamongprajaan, pembinaan Praja dan Mahasiswa.

     

    Pasal 97

    1. Bagian merupakan unsur pelaksana administrasi pada program studi yang dipimpin oleh Kepala Bidang berada di bawah dan bertanggungjawab langsung kepada Direktur melalui Asisten Direktur.
    2. Bagian sebagaimana dimaksud pada ayat (1), terdiri dari:
      1. Bagian Tata Usaha;
      2. Bagian Administrasi Akademik dan Kerjasama; dan
      3. Bagian Administrasi Keprajaan.

     

    Pasal 98

    1. Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan program dan pelaporan, keuangan dan administrasi umum.
    2. Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud ayat (1), Bagian Tata Usaha, menyelenggarakan fungsi:
      1. penyusunan program dan pelaporan; dan
      2. pelaksanaan administrasi umum dan keuangan.

     

    Pasal 99

    Bagian Tata Usaha terdiri atas:

    1. Subbagian Program dan Pelaporan; dan
    2. Subbagian Administrasi Umum Keuangan.

     

    Pasal 100

    1. Subbagian Program dan Pelaporan mempunyai tugas menyiapkan bahan penyusunan program dan pelaporan.
    2. Subbagian Administrasi Umum dan Keuangan mempunyai tugas melakukan administrasi umum dan urusan keuangan.

     

    Pasal 101

    1. Bagian Administrasi Akademik dan Kerja sama mempunyai tugas melaksanakan urusan administrasi akademik, perkuliahan dan evaluasi, serta administrasi tenaga akademik.
    2. Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1), Bagian Administrasi Akademik dan Kerja Sama menyelenggarakan fungsi:
      1. penyusunan administrasi akademik, serta penyiapan perkuliahan dan evaluasi; dan
      2. pelaksanaaan administrasi tenaga akademik.

     

    Pasal 102

    Bagian Akademik dan Kerjasama terdiri atas:

    1. Subbagian Administrasi Akademik, Perkuliahan dan Evaluasi; dan
    2. Subbagian Administrasi Tenaga Akademik.

     

    Pasal 103

    1. Subbagian Administrasi Akademik, Perkuliahan dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan urusan administrasi akademik pada program studi serta penyiapan urusan perkuliahan dan evaluasi pada program studi.
    2. Subbagian Administrasi Tenaga Akademik mempunyai tugas melakukan urusan administrasi tenaga kependidikan.

     

    Pasal 104

    1. Bagian Administrasi Keprajaan mempunyai tugas menyelengarakan administrasi keprajaan.
    2. Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud ayat (1), Bagian Administrasi Keprajaan menyelenggarakan fungsi:
      1. pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler Praja ; dan
      2. pelaksanaan bimbingan, disiplin serta pengaturan dan pengawasan asrama.

     

    Pasal 105

    Bagian Administrasi Keprajaan terdiri atas:

    1. Subbagian Ekstrakurikuler; dan
    2. Subbagian Bimbingan, Disiplin, dan Asrama.

     

    Pasal 106

    1. Subbagian Ekstrakurikuler mempunyai tugas melakukan urusan ekstrakurikuler keprajaan pada program studi.
    2. Subbagian Bimbingan, Disiplin dan Asrama mempunyai tugas melakukan urusan bimbingan dan disiplin pada program studi, serta urusan pengaturan dan pengawasan asrama pada fakultas.

     

    Pasal 107

    1. Unit Pelaksana Teknis merupakan unsur penunjang program studi, yang masing-masing dipimpin oleh Kepala Unit yang berada di bawah dan bertanggungjawab langsung kepada Direktur.
    1. Unit Pelaksana Teknis terdiri atas:
      1. Unit Perpustakaan;
      2. Unit Laboratorium Komputer dan Laboratorium Bahasa;
      3. Unit Poliklinik;
      4. Unit Museum;
      5. Unit Keamanan Dalam; dan
      6. Unit Budidaya.
      1. Ketentuan lebih lanjut mengenai tugas dan fungsi Unit Pelaksana Teknis ditetapkan lebih lanjut dengan Peraturan Rektor.

     

    BAB IV

    KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL

     

    Pasal 108

    1. Di lingkungan IPDN terdapat kelompok jabatan fungsional sesuai kebutuhan dan ketentuan perundang-undangan yang berlaku.
    2. Kelompok jabatan fungsional mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan bidang tenaga fungsional masing-masing berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
    3. Kelompok jabatan fungsional terdiri dari sejumlah tenaga fungsional yang terbagi dalam berbagai kelompok tenaga fungsional sesuai dengan bidang keahliannya.
    4. Masing-masing kelompok jabatan fungsional dikoordinasikan oleh seorang tenaga fungsional senior yang ditunjuk oleh Rektor.
    5. Jumlah jabatan fungsional sebagaimana dimaksud ayat (3) ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja.
    6. Jenis dan jenjang jabatan fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (3) diatur sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

     

     

    BAB V

    TATA KERJA

     

    Pasal 109

    1. Dalam melaksanakan tugasnya setiap pimpinan satuan organisasi wajib menerapkan prinsip koordinasi, integrasi dan sinkronisasi baik dilingkungan masing-masing maupun antar satuan organisasi dilingkungan IPDN, sesuai dengan tugas masing-masing.
    2. Setiap pimpinan satuan organisasi di lingkungan IPDN bertanggungjawab memimpin dan mengkoordinasikan bawahannya masing-masing dan memberikan bimbingan serta petunjuk bagi pelaksanaan tugas bawahan.
    3. Setiap pimpinan satuan organisasi wajib mengembangkan tugas dan fungsinya berdasarkan visi, misi dan kebijakan IPDN serta wajib mengikuti dan mematuhi petunjuk kerja pimpinan satuan organisasi diatasnya, dan bertangunggjawab serta wajib menyampaikan laporan tugas secara berkala kepada atasannya masing-masing.
    4. Setiap laporan yang diterima oleh pimpinan satuan organisasi dari bawahan, wajib melakukan pengolahan atas laporan pelaksanaan tugas tersebut untuk dipergunakan sebagai salah satu bahan utama dalam penilaian prestasi kerja, pengambilan keputusan dan pembinaan karir pegawai serta penyempurnaaan pelaksanaan tugas lebih lanjut.
    1. Pembantu Rektor, Dekan, Ketua Lembaga, Kepala Biro menyampaikan laporan kepada Rektor, selanjutnya Kepala Biro Administrasi Umum dan Keuangan menyusun akuntabilitas kinerja pelaksanan tugas IPDN.
    2. Dalam menyampaikan laporan kepada atasan, tembusan laporan wajib disampaikan kepada satuan-satuan organisasi lain yang secara fungsional mempunyai hubungan kerja.

     

    BAB VI

    ESELONISASI

     

    Pasal 110

    1. Kepala Biro pada IPDN adalah jabatan struktural eselon II.a.
    2. Kepala Bagian pada IPDN dan Kepala Bagian pada IPDN Regional adalah jabatan struktural eselon III.a.
    3. Kepala Subbagian pada IPDN dan Kepala Subbagian pada IPDN Regional adalah jabatan struktural eselon IV.a.
    4. Pengasuh pada IPDN adalah jabatan struktural eselon IV.b.

     

    BAB VII

    KETENTUAN PENUTUP

     

    Pasal 111

    Perubahan dan/atau pengembangan unit organisasi IPDN menurut Peraturan ini, ditetapkan oleh Menteri Dalam Negeri setelah mendapat persetujuan tertulis dari Menteri yang bertanggung jawab di bidang pendayagunaan aparatur negara.

     

    Pasal 112

    Dengan berlakunya Peraturan ini, semua ketentuan yang bertentangan dengan peraturan ini dinyatakan tidak berlaku.

     

    Pasal 113

    1. Penjabaran uraian tugas organisasi IPDN ditetapkan dalam Peraturan Menteri.
    2. Hal-hal yang belum diatur dalam peraturan ini sepanjang mengenai pelaksanaannya diatur dengan peraturan rektor.

     

    Pasal 114

    Peraturan ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan.

                                

     

    Ditetapkan di Jakarta

    pada tanggal 9 Januari 2009

    MENTERI DALAM NEGERI,

    ttd

    H.MARDIYANTO

About these ads
Tinggalkan sebuah Komentar

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: