PRAJA (BESTURE VOICE)

Juni 24, 2008

PUSPA INDAH TAMAN HATI 2

Diarsipkan di bawah: CERPEN — praja1 @ 1:47 pm
Kangen …!

Ugh! Gini kah rasanya kangen, mau apa aja kayaknya tak bergairah? Coba ada kekasih yang mijitin pundakku di saat badan ini pegal-pegal. Coba ada pangkuan kekasih untuk ku baringkan kepala di saat ngantuk lantaran capek kerja Laporan Akhir (skripsi). Coba ada bibir kekasih untuk ku cium.

Bibir …?

Kangen …!

Ugh! Gini kah rasanya kangen, mau apa aja kayaknya tak bergairah? Coba ada kekasih yang mijitin pundakku di saat badan ini pegal-pegal. Coba ada pangkuan kekasih untuk ku baringkan kepala di saat ngantuk lantaran capek kerja Laporan Akhir (skripsi). Coba ada bibir kekasih untuk ku cium.

Bibir …?

Iya! Bagaimana kabar dari yang punya bibir itu? Bibir yang pernah ku cium, eh tidak! … ku lumat waktu lalu.

Kali ini harus ku akui dengan sejujurnya, aku dah dibikin gila ama bibir itu. Sugesti kehangatan … kelembutan … dan kerenyahannya tak dapat ditandingi oleh apapun. Walau martabak telor sedunia dikumpulin dan dijejalkan ke mulutku, aku rasa tak dapat menandingi cita rasa daging kenyal itu. Eh …! Ngapain aku ngomongin martabak telor? (inikah tandanya aku dah sinting?)

Ah … biar! Pokoknya tak bisa ku lepas pikiran ini dari bayang-bayang bibir itu. Mungkin aku dapat sesumbar pada lelaki manapun bahkan rivalku, “Pengalaman ini adalah anugrah terindah yang pernah ku miliki”.

Saat duduk sendiri di pojok kantin samping perpuatakaan, bola mataku fokus pada sebuah bibir mungil yang lagi menyantap manis lezatnya mie ayam.

Ku bentang sehelai mie, antara mulutku dan bibir itu. Hal-hal yang menyangkut pemindahan jarak kedua bibir harus dilaksanakan dengan cara seksama dan dalam tempo yang sesingkat-singkatnya, menyusuri helaian mie, perlahan tapi pasti kulumat juga belah pinang mungil itu. Rasanya tak jauh beda, eh … entah dink, ini nikmat dari bibir atau mie ayam?

PLAKKK!!! Nyeri pipi kiriku, sebuah tamparan membuyarkan khayalan yang indah ini.

“Ngapain kau pandangi cewekku?!!”

Sebuah suara tak merdu memekak telinga, suara yang tak asing bagiku … SENIOR.

“Siap! Saya mengaku salah kak!”

BUKKK!!! Memang, urusan hati harus ku bayar tunai dengan menerima bogem mentah dari senior tepat di ulu hati.

“Hati-hati dik! Di sini yang namanya cinta, sayang dan nafsu bukan urusan hati lagi, tapi ulu hati!”

“Siap!!!” balasku.

Ku harap kekasihku di sebrang sana, tak tau kan kejadian ini. Aku memang dibikin sableng ama dia.

Kalau dulu, saat kulumat bibirnya, terasa seperti aku telah meneguk air laut yang terhampar di hadapan, semakin ku minum semakin pula aku tak bisa melepas dahaga kerongkonganku.

Itu dulu! Sekarang?

Jangankan air laut, air comberan aja tak bisa ku teguk. (parah amat!)

Sepertinya aku kembali macam bayi lagi, yang mencari kenikmatan lewat mulut (fase oral; psikologi) dan kehangatan dari buaian seorang perempuan (klo bayi pada ibu, dewasa pada kekasih).

Ku ciumi foto itu, bibir merah nan mungil, tipis dan mengkilap … entah karena air liur atau gancu, aku tak tau. Yang penting bisa ku kurangi rasa sakit lantaran sakau (kecanduan) ini. Sakau pada bibir itu.

Padahal aku dah tau dari awal, bila bibir itu lebih dahsyat daripada morvin. Ini akibatnya, badan kurus karena kurang makan, mata bengkak lantaran kurang tidur, dan dompet tipis sebab gaji belum turun (kok gak ada hubungannya?)


OOO … NANI!!!

Diarsipkan di bawah: CERPEN — praja1 @ 1:47 pm
“CINTA DATANG TAK DIUNDANG, PERGIPUN TAK DIANTAR”

Hari-hari terakhir tingkat 2 (madya praja) aku tak tau atau bisa dibilang tak mau tau dengan orang-orang di sekelilingku, jangankan itu … temen satu kontingen aja aku masih belum hapal nama-namanya, terutama yang cewek. Waktu itu emang aku lagi dongkol ama yang namanya cewek, lantaran mereka aku jadi sakit hati. Harusnya khan aku yang bikin sakit hati jenis manusia ini, eh … ni malah kebalik. Jadi dongkolku!

ADAKAH MENTARI ESOK PAGI AKAN TERBIT? SEPERTI HALNYA PERASAANKU PADA SEORANG GADIS? DAN KENAPA PULA TAK ADA KEMUNGKINAN YANG PASTI?

Ku tutup catatan perkuliahan Sistem Pemerintahan Indonesia dengan tulisan bagai lukisan Basuki Abdullah. Sesaat sebelum bubaran kelas, konsentrasiku bergerak ke luar ruangan … gadis manis berlesung pipi, amboi indah nian senyum itu. Adakah ia punya petugas security yang mendampinginya? Tidak … cabut and kejar!
Bergegas ku hampiri gadis itu.

BRUKKK! Pintu kelas Mataram ku tumbuk dengan keras, malu aku ama yang lain, kejar cewek aja macam ngejar maling. Lantaran pikiranku kacau akibat kesakitan, sampai lupa bahwa tujuanku adalah menghampiri gadis …,. Hilang sudah dari pandangan mataku, tak tau kemana perginya cewek tadi. Nama tak tau, katanya temen-temen sich dia anak satu pulau denganku.

Tak respek! Satu pulau aja gak kenal. Kenapa aku begitu cuek, hingga tak menyadari bila ada putri cantik lagi berkeliaran di sekelilingku.

O … Nani to namanya, baru ku tau setelah tanya sana sini. Cewek cantik yang lagi jomblo. Emang nasib lagi mujur, aku bisa ngelupain sakit hatiku dengan mengejar si Nani.

Setiap kesempatan, tak lepas tuk curi pandang menikmati manisnya wajah itu. Walau sesekali, ketahuan juga. Akalku tak pernah habis, ketangkap basahpun, susah payah aku berusaha sedapat mungkin memberikan kesan bahwa posisi mataku merupakan bagian dari proses berfikir, kening ku kerutkan, tak ubahnya patung Aristoteles lagi ngantuk.

Tak ada yang mengherankan, bila ku mencuri pandang. Dia begitu cantik, wajahnya yang cerah berhias hidung mancung. Rambutnya bergelombang macam ombak pantai selatan. Dan … bibir merahnya itu, amboi pasti lebih nikmat daripada gulungan lumpia basah yang dijual di kantin samping perpustakaan.

Sekali lagi tak mengheranan khan? Bila aku membayangkan bisa melumat lumpiah basah itu, eh salah dink … bibir si cantik itu. Pasti, itu hanya sekedar membayangkan, bagaimana bisa aku melakukannya, orang aku tak punya kemampuan memikat, klo diikat bener banget macam maling ayam yang ketangkep trus diancam hukuman 2 bulan penjara. Ach … gila bener khayalan tingkat tinggi ini.

Suatu hari … aku tak mau selamanya ingin memiliki, tapi aku ingin memiliki selamanya gadis itu. Tanpa basa basi ku tembak aja, dengan modal nekat abiz. Surat maut :

“OOO …Nani.
Pilihlah aku jadi pacarmu,
Yang lain belum tentu setia,
Jadi pilihlah aku!
Bila kau tak suka padaku … paling tidak, beri kesempatan.
Karena … aku bisa membuatmu jatuh cinta kepadaku walau kau tak cinta.”

Eh ternyata gayung bersambut, tapi ya gitu seribu satu macam persyaratan menyertainya. Pokoknya, aku tak ambil pusing, kesempatan belum tentu datang untuk kedua kali. Maju terus pantang mundur.

Setelah itu, aku jadi sering jalan bareng, ke kantin sama-sama, tapi tak punya kesempatan tuk sentuh kulitnya sekalipun. Tak apalah, yang penting statusku sekarang adalah kekasihnya, dan orang bisa bilang bahwa aku adalah pacarnya.

Bagaimana aku bisa minta lebih, atau macam-macam, dia itu sabuk merah judo. Bisa-bisa tendangan tanpa bayangan menghiasi mukaku yang pas-pasan ini. Paling tidak, aku dah senang punya pacar macam dia, gengsiku tambah naik harganya.

Hari berlalu, tak ada 2 bulan. Kondisi yang aku bayangkan, bahagia yang ku harap tak jua datang.

Bagaimana aku bisa senang, kalau ngeliat Nani jalan mesra dengan lelaki lain. Sahabatku, teman satu barakku … merebut kasih sayangnya.

Baru kusadari cintaku bertepuk sebelah tangan. Maksud hati ingin dicinta, eh malah aku dijadiin batu pijakan Si Nani tuk deket ama sobat dekatku. PLAY GIRL!!!!!!!!!!!

Sobatku … sobatku ….

Inilah mungkin yang pujangga bilang : “Tanaman makan pagar!” Dunia kebalik.

“CINTA DATANG TAK DIUNDANG, PERGIPUN TAK DIANTAR”

Patah, remuk, hancur lebur hati ini. (eh ko’ malah jadi melankolis gini aku?)

Ku kirim surat untuk Nani:
“Aku tak bisa luluhkan hatimu …. Dan aku tak bisa menyentuh cintamu.
OOO … Nani, tapi kenapa ….
Sungguh kau tak pandai menimbang rasa

Karena janjimu diriku tersiksa
Sungguh kau tak pikir, betapa ku menderita.”

Di meja belajarku, setelah berkirim surat. Hanya diary tempat mencurahkan emosiku.

“Diary … biarlah aku dicap melankolis. Aku pikir kejadian yang menyakitkan hati ini merupakan hal yang wajar. Mungkin suatu keharusan pastinya, sebelum bertambah besar rasaku padanya. Layaknya kuncup gugur sebelum berkembang, bekasnya kan dapat suburkan kuncup berikutnya untuk merekah indah di hatiku. Kayaknya bukan waktunya aku nikmati cinta …
Cinta …???????”

Baru ku sadari, terhenti tulisanku pada kata cinta yang disertai tanda tanya. Aku merasa belum pernah mengatakan cinta secara lisan pada orang-orang yang pernah ku cintai. Namun, tak perlu disesali, biar waktu yang ajari aku di kesempatan lain dengan tambatan hati lain yang bener-bener dapat mencintai aku apa adanya. Ya … aku percaya ada cewek yang lebih baik, yang akan menggantikannya, bila kesempatan itu tiba … tak boleh aku lupa tuk katakan cinta secara lisan, walau itu sekali saja.

… SEDANG INGIN BERCINTA, KARENA … MUNGKIN ADA KAMU …

Diarsipkan di bawah: PERNAK-PERNIK — praja1 @ 1:47 pm
Berikut adalah rumus dalam bercita

Pernahkah anda merasa ada suatu perasaan aneh yang menghinggapi anda, saat melihat lawan jenis, terutama pada orang yang anda taksir/sukai (katakanlah “objek”)? Perasaan ini akan terasa semakin membesar bila jarak antara anda dan “objek” tadi (lawan jenis red)semakin mengecil.

Saya mungkin tak bisa menguraikan peristiwa tadi, tapi hal tersebut dapat dijelaskan dengan sebuah rumus :

Masih ingatkah anda dengan rumus tersebut?

Tapi bukan rumus itu yang akan saya pergunakan, melainkan adalah :

He … he … kurang lebih penjelasannya adalah sebagai berikut :

Apabila ada seorang laki-laki dan seorang perempuan yang sama-sama memiliki “muatan” dibagi dengan jarak yang dikuadratkan dan mesti dikali dengan k -pihak ketiga- (setan yang menggelitiki nafsu) hasilnya gaya dalam dada akan besar.

STRATEGI POLITIK MEMENANGKAN PILKADA SECARA DAMAI

Diarsipkan di bawah: POLITIK — praja1 @ 1:46 pm

Ingin belajar strategi politik dalam memenagkan PILKADA secara damai?

Klik di sini untuk di window ini, atau
Klik di sini untuk di window baru

PNS SULIT UNTUK NETRAL

Diarsipkan di bawah: POLITIK — praja1 @ 1:46 pm

Netralitas PNS dalam PILKADA (terutama dalam hal pemilihan Calon Bupati/Wabub serta Pemilihan Calon Gubernur/Wagub) perlu dipertanyakan. Pertanyaannya kenapa?

Menurut aturan yang berlaku, PNS haruslah netral tetapi diperbolehkan untuk memilih atau masih mempunyai hak untuk memilih dan dipilih dalam PILKADA. Tetapi dalam hal prakteknya masih sering dijumpai adanya aksi dukung mendukung di kalangan PNS terhadap calon yang hendak dipilih. Sampai kapanpun jangan pernah harap PNS akan netral 100% terhadap apa yang namanya Pemilihan umum. Alasannya :

  • Sifat manusia akan keamanan posisinya atau berkeinginan untuk meraih posisi tertentu (jabatan).
  • Perasaan dendam atau tidak suka terhadap atasan atau orang yang menduduki posisi tertentu sehingga berharap bila calon yang dipilih nanti menang akan melengserkan orang yang didendami.
  • Dan banyak lagi hal yang menyebabkan PNS tidak netral.

Sebenarnya bukan hal itu yang hendak saya bahas dalam tulisan ini, melainkan adalah aturan kepegawaian yang menyebabkan ketidak netralan PNS. Salah satu contohnya adalah tata cara Pengangkatan Seorang Sekretaris Daerah baik kabupaten maupun propinsi. Perlu diketahui untuk mengangkat Sekretaris Daerah harus mendapat persetujuan dari DPRD, dalam tataran inilah permasalahan terjadi. Sekda adalah jabatan karier yang apabila dibawa untuk mendapat persetujuan DPRD maka jabatan karier tersebut sudah masuk ke ranah politik. Sehingga tidak bisa dipungkiri apabila PNS “ingin” menduduki jabatan tersebut maka dia pasti akan terjun ke dunia politik praktis.

Hal-hal yang bisa diprediksi dari PNS yang berambisi jadi Sekda :

  • Mengatur siasat bahwa dia harus dekat dengan orang-orang yang duduk dijajaran legislatif.
  • Mendukung atau bahkan jadi tim sukses (tentunya secara sembunyi-sembunyi) dari Calon Bupati atau Gubernur, dengan harapan bila calonnya menang ia akan diusulkan jadi kandidat Sekda.
  • Bila sudah ada aksi dukung terhadap calon bupati/gubernur bisa kita gambarkan bahwa langkah selanjutnya adalah penggalangan dukungan atas suara bawahan atau PNS lain untuk mendudukung calon bupati/gubernur yang akan dipilih (baik itu secara halus atau bahkan tekanan).

Jadi jelaskan … bahwa PNS sulit untuk netral!!!!!!!!!!!!!


Menjahili orang lain dengan Netbus

Diarsipkan di bawah: KOMPUTER — praja1 @ 1:45 pm

Ingin menjahilin orang lain lewat komputernya?:v
Klik disini untuk di window ini, atau

Klik disini untuk window baru

PP Nomor 19 Tahun 2008 tentang Kecamatan

Diarsipkan di bawah: PERATURAN — praja1 @ 1:44 pm

Untuk membaca Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2008 tentang Kecamatan
Klik di sini

DATA TENAGA HONORER YANG DIHAPUS DARI DATA BASE

Diarsipkan di bawah: PERNAK-PERNIK — praja1 @ 1:44 pm

Untuk melihat data tenaga honorer yang telah dihapus dari data base, anda bisa melihatnya di sini

CARA EDIT DAN POSTING BLOG LEWAT FIREFOX

Diarsipkan di bawah: KOMPUTER — praja1 @ 1:13 pm
Bagi kamu pengguna Mozila Firefox dapat mengedit atau memposting blog kamu tanpa melalui hal seperti biasanya namun cukup lewat aplikasi tambahan di Firefox ini.

Nama aplikasi tambahan itu adalah ………. eng …. ing …. eng …. ScribeFire
Pengen tau … ? atau

Klik disini

Selamat mencoba aja wis …. ingat ! gak usah manual kalo ngisi formnya!

Perjuangan anda sungguh nikmat bila dirasakan

BOKEP,TELANJANG,PORNO

Diarsipkan di bawah: PERNAK-PERNIK — praja1 @ 1:11 pm
Aku tau keyword yang selalu dicari kebanyakan orang indonesia, maka dari itu aku suguhkan yang spesial :

dan

he22222222222222 ya begitulah.

Blog pada WordPress.com.